Kecelakaan Kerja Tinggi, Menaker Dorong Dunia Usaha Investasi Bidang K3

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 17:13 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyoroti masalah perlindungan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, salah satu kunci penting dari pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul adalah membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik.

"Dengan budaya K3 yang baik, maka angka kecelakaan kerja bisa ditekan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Senin (15/2/2021).

Hal ini dia ungkapkan pada acara Apel Mahasiswa K3 Seluruh Indonesia, Kuliah Umum, dan Webinar K3 Nasional di Jakarta. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan pada 2019 terdapat 114 ribu kasus kecelakaan kerja, dan pada 2020 kasus tersebut terjadi peningkatan. Pada rentang Januari hingga Oktober 2020, BPJS Ketenagakerjaan mencatat terdapat 177 ribu kasus kecelakaan kerja.

Menurut Ida, jika angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah klaim yang diajukan oleh pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, angka kecelakaan kerja yang sesungguhnya jauh lebih besar. Karena belum semua tenaga kerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Berdasarkan data tersebut, kita semua dituntut untuk lebih serius dalam menerapkan budaya K3 karena Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan kerusakan lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Ida, penting bagi dunia usaha dan industri di Indonesia untuk melihat korelasi antara investasi pada K3 dan kinerja. Baginya, perusahaan yang meningkatkan investasi di bidang K3, tingkat kecelakaan akibat kerja akan menurun, sehingga pada ujungnya, kinerja dan produktivitas menjadi lebih baik.

"Jika kita baca success story dari perusahaan-perusahaan multinasional, kita bisa melihat betapa mereka memiliki kesadaran untuk investasi di bidang K3. Budaya K3 telah menjadi value penting bagi perusahaan," ucap Ida.

Sementara itu, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi, menyatakan pemerintah senantiasa mendorong SDM unggul di bidang K3 untuk meningkatkan perlindungan pekerja dan meningkatkan produktivitas.

Menurut Anwar, pelaksanaan K3 akan mencegah dan meminimalkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, dapat menunjang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan, serta peningkatan daya saing perusahaan untuk keberlanjutan usaha.

"Keberhasilan program K3 juga akan menghasilkan peningkatan indeks pembangunan manusia. Peningkatan ini akan sangat membantu menunjang pembangunan nasional dan peningkatan daya saing nasional. Di samping itu, pengembangan program k3 juga merupakan salah satu indikator tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)," jelasnya.

Sementara Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang menjelaskan arah kebijakan K3 adalah kemandirian masyarakat berbudaya K3 berkelanjutan tahun 2025. Kebijakan ini terdiri dari strategi promosi K3 nasional, strategi penguatan kapasitas sumber daya K3, strategi pengawasan dan penegakan hukum norma K3, strategi penguatan Sistem Pelaporan dan Manajemen Informasi K3 Nasional, dan strategi penguatan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi K3.

"Dalam mencapai SDM K3 Unggul, metodenya terdiri dari pembinaan/training, penetapan standar kompetensi, peningkatan Pelaksanaan uji kompetensi, evaluasi dalam rangka Kewenangan, Pemberian kewenangan (penunjukan/lisensi)," pungkasnya.

Adapun untuk peningkatan SDM di bidang K3 yang unggul dilakukan seminar/webinar/workshop/study banding, upgrading teknis, bimbingan teknis, penerapan teknologi modern, dan pemberian kewenangan (penunjukan/lisensi).



Simak Video "Pesan Menteri Ketenagakerjaan untuk Pekerja Migran di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)