Ekspor Pisang ke Eropa dan AS Ribet!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 08:15 WIB
Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca pembayaran Maret 2014 surplus pada kisaran US$ 500 juta. Surplus ini didorong peningkatan ekspor non migas, yang telah terjadi beberapa bulan terakhir.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkap sulitnya ekspor Indonesia. Hal itu dikarenakan banyaknya syarat yang ditetapkan negara tujuan dan harus dipenuhi eksportir.

Teten mencontohkan untuk ekspor pisang ke Eropa dan Amerika, eksportir harus memiliki 21 sertifikat. Padahal persyaratan jumlah sertifikat itu tak ada hubungannya dengan kualitas barang yang diekspor.

"Untuk satu pisang saja butuh 21 sertifikat untuk masuk pasar Eropa dan Amerika. Saya tanya sertifikat apa? Ya sebenarnya hanya untuk mempersulit ekspor saja, bukan berkaitan dengan kualitas dan sebagainya," kata Teten dalam peresmian program 500K Eksportir Baru yang dilihat virtual, Rabu (17/2/2021).

Untuk itu, Teten meminta agar Indonesia jangan terlalu mempermudah impor, kalau untuk ekspor saja masih dipersulit. Dia menilai syarat untuk ekspor dan impor harus seimbang antarnegara.

"Untuk itu jangan mudah juga lah, mungkin kalau kita impor juga harus tambah juga lah sertifikatnya. Jangan kalau kita ekspor sulit, kalau impor kita permudah lah ini saya kira harus kita atur juga," ucapnya.

Menurutnya izin ekspor harus lebih dipermudah agar Indonesia bisa menciptakan 500.000 eksportir baru sampai 2030. Dia menyebut banyak komoditas Indonesia yang bisa diekspor mulai dari pertanian, perikanan, produk herbal, baju muslim, hingga buah-buahan seperti salak.

Bagaimana caranya? Klik halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: KKP Bakal Tingkatkan Ekspor Udang ke AS dan China Hingga 250%

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2