Walau Pandemi, Budidaya Ikan Koi di Blitar Tetap Cuan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 13:32 WIB
Pembudidaya Ikan Koi di Blitar
Foto: Ari Saputra
Blitar -

Sejak pandemi COVID-19 menerpa Indonesia ada beberapa hobi baru yang jadi tren di kalangan masyarakat. Salah satunya memelihara ikan koi yang kerap dipercaya membawa hoki atau keberuntungan.

Berkat tren itu, nasib baik pun dirasakan petani ikan koi di di Desa Sumberingin, Kabupaten Blitar. Ketua Beringin Koi Blitar Krisnowo (47) bahkan mengatakan omzet usahanya meningkat dibanding pasa situasi normal.

"Di masa pandemi ini justru penjualannya sangat luar biasa meningkat. Naik kisaran ada kali 50%," ujar Krisnowo kepada detikcom beberapa waktu lalu saat Jelajah UMKM.

Krisnowo menilai penjualan tersebut meningkat karena dipicu desakan agar orang-orang tinggal di rumah guna menghindari penyebaran virus. Sehingga minat masyarakat untuk memelihara hewan peliharaan pun kian meningkat.

"Karena orang di rumah aja, terus hobi memelihara ikan koi, jadi permintaan meningkat. Ini kebanyakan dari Bandung dan Jakarta," terangnya.

Dia mengungkapkan ikan koi miliknya hanya memiliki satu jenis yaitu showa. Showa merupakan jenis ikan koi yang memiliki tiga warna antara lain, hitam, merah dan putih. Adapun untuk satu ekor ukuran 15-20 cm dengan kualitas paling bagus miliknya bisa dipatok dengan harga jutaan rupiah.

"Normalnya yang kualitas dan semua aspeknya sangat bagus itu harga untuk ukuran ikan 15-20 cm sekitar Rp 2 juta - Rp 3 juta dari petani," jelasnya.

Dia mengaku di tahun 2020, satu ekor ikan koi jenis showa miliknya, berhasil dijual dengan harga yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 10 juta. Ikan tersebut berukuran 45 cm dan menjadi rekor tertinggi dari hasil penjualannya.

"Jadi ukurannya itu kemarin 45 cm, warnanya itu ada di kepala, bagian tengah dan belakang semuanya proporsional 30%. Terus bodi koi nya juga besar atau bagus," bebernya.

Diketahui, Krisnowo memiliki 12 kolam ikan dari 225 kolam di Kelompok Beringin Koi. Di 225 kolam tersebut, kelompok yang dipimpin olehnya ini memiliki ikan koi kecil (nener) 2,1 juta ekor, ukuran 10-20cm 700 ribu ekor dan ukuran 20-25cm 70 ribu ekor milik anggota peternakan di Desa Sumbersari.

Adapun untuk penghasilan per bulan yang bisa dia dapatkan dari 12 kolam miliknya menyentuh hingga dua digit. "Pendapatan perbulan rata-rata Rp 25 juta dari 12 kolam," tukasnya.

Sebagai informasi, dalam mengembangkan usaha ikan koi ini Krisnowo turut memanfaatkan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI. Menurutnya, sebelum melakukan pinjaman untuk mengembangkan kolam ikan, dirinya mengalami kesusahan karena kebanyakan petani koi pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Setelah pinjaman ini kita bisa sewa lahan, pendapatan lebih, punya tabungan. Untuk omset sesudah pinjam ini ya meningkat sampai 300%. Karena kita kan jika mau menambah lahan kan harus sewa dan otomatis butuh modal dan jika tidak ada pinjaman ya pasti susah. Ketika lahan sudah bertambah ya pendapatan juga otomatis bertambah," pungkasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri

(mul/mpr)

Tag Terpopuler