Harga Emas Bakal Terjun Bebas Tahun Ini? Ini 3 Faktanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 18:30 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Harga emas Antam atau logam mulia hari ini dijual pada harga Rp 923.000 per gram. Harga ini turun Rp 2.000 dibandingkan harga perdagangan hari sebelumnya. Sementara itu di Pegadaian juga menjual emas Antam seharga Rp 1.869.000 per 2 gram.

Harga emas memang terus mengalami penurunan sejak pasar mulai berekspektasi positif dengan adanya vaksinasi yang dilakukan di berbagai negara. Berikut fakta-faktanya:

1. Harga Emas Diramal US$ 1.800 per Troy Ounce

Kepala Strategi Lintas Aset Morgan Stanley Andrew Sheets mengungkapkan emas diprediksi akan berada di level harga US$ 1.800 per troy ounce pada akhir tahun ini.

Dia juga memproyeksi ada kenaikan inflasi di Amerika Serikat (AS) dan berada di posisi 2% pada dua tahun ke depan. "Ini bukanlah kondisi yang baik untuk emas," jelas dia dikutip dari Kitco.

2. Ekonomi Mulai Membaik

Sheets juga memproyeksikan harga emas diperkirakan bakal jatuh karena adanya harapan akan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Itu mendorong imbal hasil obligasi menjadi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2%, level tertinggi dalam hampir satu tahun.

Analis mencatat bahwa kenaikan imbal hasil nominal juga mendorong imbal hasil riil lebih tinggi.

3. Masih Terus Turun

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan penurunan harga emas ini diprediksi masih akan terus terjadi. Menurut dia hal ini karena pasar mulai optimis dengan adanya vaksinasi yang bisa mendorong pemulihan ekonomi global.

"Kemungkinan harga emas akan turun ke level US$ 1.785 per troy ounce tapi kenyataannya pagi ini harga emas sudah sampai level tersebut. Ada kemungkinan besar emas akan sampai di level terendah US$ 1.600 bisa di kuartal II dan kuartal III," kata dia saat dihubungi.

(fdl/fdl)