Kondisi WC di Danau Toba, Ada yang Jadi Tempat Tinggal Lho

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 16:56 WIB
The Kaldera Glamping Danau Toba
Ilustrasi Danau Toba/Foto: Shinta Angriyana/detikcom
Jakarta -

Kondisi WC di kawasan wisata Danau Toba dibeberkan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman dan Investasi Odo Manuhutu. Seperti apa kondisnya?

"Jadi pertama saat rapat di Februari 2020 tim Kemenkomarves dan Parekraf melakukan kunjungan di 39 titik di Danau Toba salah satu hal yg kita perhatikan adalah toilet umum itu sangat, kalau saya bilang tidak manusiawi," ujar Odo dalam diskusi virtual bersama wartawan, Jumat (19/2/2021).

Odo mengungkapkan ada WC yang menjadi tempat tinggal warga sekitar. Bahkan ada WC yang atapnya hilang, hingga tidak ada airnya.

"Ada warga yang tinggal di situ, ada yang tidak ada airnya, ada yang tidak ada atapnya, pintunya hilang," ungkap Odo.

Odo melanjutkan, indeks pariwisata Indonesia mendapatkan nilai sangat buruk pada aspek pengelolaan toilet. Dia mengatakan nilainya di bawah 4, bahkan jauh tertinggal dari Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

"Pada travel and tourism competitive index, salah satu paling rendah diperoleh Indonesia adalah kualitas WC nilainya di bawah 4. Jauh sekali dengan sesama negeara tetangga , Malaysia, Thailand, dan Vietnam," kata Odo.

Pemerintah pun sampai harus menggandeng perusahaan asal Swiss, Mister Loo, untuk memperbaiki kualitas WC di kawasan Danau Toba.

"Terkait Mister Loo, itu diajak bukan ditunjuk, jadi diajak investasi di Danau Toba. Kami ajak mereka berpartisipasi. Kita jelas terbuka untuk dorong perbaikan toilet umum oleh pihak lain," kata Odo.

Odo menegaskan, terlepas dari asing atau lokal, menurutnya pemerintah hanya ingin mendapatkan gambaran soal standar toilet yang baik. Maka dari itu, Mister Loo digandeng untuk memperbaiki kualitas WC di Danau Toba.

Nantinya, apa yang dilakukan Mister Loo bisa dijadikan contoh dan direplikasi pada WC di seluruh kawasan wisata di Indonesia.

"Jadi melihatnya lebih daripada untuk meningkatkan competitive index pariwisata kita dan memberikan pelayanan wisata terbaik. Terlepas internasional atau domestik. Kalau mungkin ada lebih baik dari luar ya dicontoh dan direplikasi," ujar Odo.

(hal/hns)