Jokowi Pede Konsumsi Pulih Lewat Diskon Pajak Mobil hingga DP 0%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 12:00 WIB
Presiden Jokowi di Hari Pers Nasional (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Foto: Presiden Jokowi di Hari Pers Nasional (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan memberikan dua insentif mulai Maret 2021 untuk membangkitkan konsumsi masyarakat. Keduanya ialah diskon PPnBM mobil baru segmen ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2, serta relaksasi kredit pemilikan rumah (KPR) dalam bentuk uang muka atau DP yang diberikan pelonggaran hingga 0%.

Dengan kedua insentif tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin konsumsi masyarakat akan bangkit, setelah lama tertekan akibat pandemi COVID-19.

"Baru saja untuk membangkitkan sisi manufaktur, PPnBM selama nanti bulan Maret, April, Mei diberikan tiga bulan PPnBM 0%. Tiga bulan berikutnya 50%, tiga bulan berikutnya 25%. Diberikan juga kemarin yang berkaitan dengan rumah DP 0%. Saya kira cara-cara ini nanti yang akan bisa membangkitkan demand, konsumsi, dan daya beli masyarakat," kata Jokowi dalam perayaan Imlek Nasional 2021 yang disiarkan virtual, Sabtu (20/2/2021).

Di sisi lain, ia juga membeberkan upaya pemerintah membuka lapangan kerja dengan program padat karya.

"Saya sudah perintahkan semua kementerian untuk menjalankan program padat karya yang sebanyak-banyaknya agar melalui APBN dan APBD pemerintah bisa membuat peluang kerja yang sebanyak-banyaknya," papar Jokowi.

Namun, menurutnya upaya itu tak bisa terus diandalkan sebagai satu-satunya cara memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengatakan peran dunia usaha sangat penting untuk menghadirkan lapangan kerja yang lebih berkepanjangan.

"Kalau yang melakukan dari dunia usaha akan berkelanjutan, ini yang dibutuhkan oleh masyarakat," tegas dia.

Jokowi menegaskan, penanganan krisis kesehatan selama pandemi tak bisa dipisahkan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kita harus menunjukkan bukti bahwa permasalahan kesehatan bisa ditangani dengan baik, sehingga muncul kepercayaan untuk kebangkitan ekonomi kita," katanya.

(vdl/eds)