Ajak UMKM Go Digital, Jokowi Pamer Ulos hingga Kopi Sidikalang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 15:05 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi Dermaga Jety Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Kedatangan Presiden itu untuk meninjau pengembangan wisata di kawasan Danau Toba yang akan dijadikan destinasi wisata berkelas dunia.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) telah berjalan lebih dari 9 bulan sejak diluncurkan pada 14 Mei 2020 lalu. Program tersebut bertujuan mendorong konsumsi produk buatan anak bangsa, dan juga mendorong UMKM merambah pasar digital.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hingga saat ini sudah 3,8 juta UMKM, terutama dari sektor ekonomi dan kreatif yang merambah pasar digital.

"Pada 2020, Gernas BBI berhasil mengajak lebih dari 3,8 juta pelaku kreatif dan UMKM yang onboard ke platform e-Commerce untuk bisa meluaskan potensi pasar hingga nasional bahkan mancanegara," kata Jokowi dalam Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba Kemenparekraf yang disiarkan virtual, Sabtu (20/2/2021).

Ia mengatakan, tahun ini program tersebut akan lebih fokus mengembangkan potensi daerah. Salah satunya potensi UMKM di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

"Kawasan Danau Toba ini memiliki potensi luar biasa yang layak dikembangkan. Para pelaku kreatif dan UMKM Danau Toba sudah sangat dikenal. Misalnya Ulos yang sudah mendunia, dan kopi sidikalang yang sangat tersohor," kata Jokowi.

Oleh sebab itu, hari ini juga Jokowi meluncurkan program Beli Kreatif Danau Toba yang merupakan ajang berkumpul para UMKMdari wilayah Danau Toba menjajakan produk-produknya.

"Kampanye ini akan dilengkapi dengan edukasi dan pendampingan bagi para pelaku kreatif dan UMKM untuk bisa benar-benar maju di industri digital, bukan hanya sekadar bisa on boarding di marketplace," tutur Jokowi.

Orang nomor 1 di Tanah Air itu juga mengenalkan aplikasi Jaringan Pariwisata Hub atau JP Hub. Aplikasi tersebut berfungsi untuk menyediakan segala informasi dan akses untuk pariwisata Indonesia.

"Aplikasi ini akan menjadi pintu pengetahuan, pencarian hingga pemesan destinasi. Mulai dari tingkat provinsi hingga desa, lengkap dengan atraksi wisatanya. Waktunya pariwisata Indonesia tumbuh bersama ekonomi kreatifnya," tutup Jokowi.

(vdl/eds)