4 Fakta Aturan Baru Pekerja Asing

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 07:30 WIB
Warga negara asing dan warga lokal beraktivitas normal di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (21/1/2016). Seminggu pasca terjadinya teror kawasan Sarinah sudah kembali normal dan polisi masih tetap berjaga dilokasi terjadinya teror.
Foto: Agung Phambudhy
Jakarta -

Pemerintah menerbitkan aturan baru mengenai penggunaan pekerja asing sebagai aturan pelaksana dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law).

Aturan turunan tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Seperti apa isinya? berikut fakta-faktanya:

1. Wajib Memiliki RPTKA

Ada sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi untuk mempekerjakan pekerja asing di berdasarkan PP tersebut. Pasal 6 ayat 1 menyebutkan setiap pemberi kerja TKA yang mempekerjakan TKA wajib memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disahkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.

"Dalam hal pemberi kerja TKA akan mempekerjakan TKA yang sedang dipekerjakan oleh pemberi kerja TKA lain, masing masing pemberi kerja TKA wajib memiliki pengesahan RPTKA," demikian bunyi ayat 2 dikutip detikcom, Senin (22/2/2021).

Dalam ayat 3 dijelaskan bahwa pemberi kerja TKA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib mempekerjakan TKA sesuai dengan pengesahan RPTKA.

Fakta lain soal pekerja asing di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Omnibus Law Disahkan, Buruh Cemas Kehadiran Pekerja Asing

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2