Sri Mulyani Bicara Bansos Selamatkan Konsumsi Masyarakat Termiskin

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 14:02 WIB
Pemerintah menaikkan pajak impor barang konsumsi. Pengumuman kenaikan pajak impor barang konsumsi itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara konsumsi rumah tangga mengalami perbaikan. Berdasarkan bahan paparan Sri Mulyani, perbaikan konsumsi rumah tangga terlihat dari perbaikan penerimaan PPN.

"Konsumsi masyarakat karena PEN untuk bansos dan mencegah pemburukan konsumsi masyarakat," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN, Selasa (23/2/2021).

Kehadiran bansos diyakini meredam penurunan konsumsi dan menekan tingkat kemiskinan. Bank Dunia memperkirakan angka kemiskinan bisa mencapai 11,8% namun realisasinya menjadi 10,2%.

"Dengan APBN bisa kurangi dampak COVID, yang tadinya bisa 11,8% jadi hanya 10,2%. Bansos kita 20% atau sampai 30% masyarakat termiskin kita. Apabila nggak dibantu dengan bansos maka rumah tangga di Indonesia yang paling miskin menurun konsumsinya di atas 7%," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani melanjutkan, bansos bukan satu-satunya solusi. Sedangkan konsumsi kelas menengah atas turun karena terbatasnya aktivitas.

"Bansos bukan merupakan satu-satunya dan kita berharap pemulihan ekonomi dan kelompok kelas menengah atas yang menurun bukan karena pendpatan turun. Tapi karena mereka ga bisa aktifitas konsumsi," tuturnya.

Simak video 'Soal Data Penerima Bansos, Kemensos: Daerah yang Paham Rakyatnya':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)