UMKM Mau Tembus Pasar Ekspor, Cek Cara Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 18:50 WIB
Kampung Sukamahi, Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat, merupakan salah satu pusat kerajinan golok dan senjata tajam. Yuk kita lihat proses pembuatannya.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa melakukan ekspor untuk memperluas pangsa penjualan. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank tahun 2021 memiliki Coaching Program for New Exporter (CPNE).

Sekretaris LPEI Agus Windiarto mengungkapkan CPNE adalah pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku UMKM selama satu tahun di wilayah atau daerah tertentu yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru.

"Selama tahun 2020, walaupun dalam kondisi pandemi, kegiatan CPNE tetap kami laksanakan secara virtual sehingga tidak ada halangan bagi LPEI untuk melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM tidak hanya agar tetap dapat mempertahankan bisnisnya tetapi juga diharapkan dapat melakukan ekspor perdana," kata dia dalam siaran pers, Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan tahun ini LPEI berencana akan melaksanakan program CPNE di tiga kota, yaitu Medan, Solo, dan Bali dengan materi pelatihan berupa mekanisme ekspor, penyusunan laporan keuangan hingga akses pembiayaan ekspor.

Dalam waktu dekat, CPNE akan dimulai bulan Maret 2021 di kota Solo dan saat ini sedang dalam tahap pendaftaran bagi para pelaku usaha, setelah itu LPEI akan melakukan kurasi dan seleksi terhadap pelaku UMKM.

Agus menambahkan CPNE 2021 akan dilaksanakan di tiga kota, yaitu Medan, Solo dan Bali secara virutal. Kami berharap pandemi akan segera berakhir dan pendampingan UMKM bisa dilakukan secara langsung dan tatap muka sehingga bisa lebih optimal.

"Bagi para pelaku UMKM yang ingin menjadi eksportir, agar segera melakukan pendaftaran, link nya bisa dilihat di sosial media kami (IG @indonesiaeximbank) karena di akhir bulan ini pendaftaran akan kami tutup," jelas Agus.

LPEI sebagai pembawa status sui generis dan sovereign, LPEI optimistis akan lebih berperan dalam membantu UMKM untuk memasuki pasar ekspor.

Selain itu sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI akan konsisten menjalankan mandat untuk mendorong ekspor nasional melalui Pembiayaan ekspor, Penjaminan, Asuransi dan Jasa Konsultasi.

"LPEI terus berkomitmen dalam menjalankan mandat sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional dan menjalankan program pemulihan ekonomi nasional menjadi prioritas kami di tahun 2021," tambah dia.

Selama tahun 2020, CPNE dilaksanakan secara virtual dengan mengikutsertakan UMKM yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Makassar dan Kalimantan.

Dari program pelatihan ini, LPEI mampu melahirkan 21 eksportir baru dimana 4 diantaranya berasal dari Wilayah Indonesia Timur. Ke 21 eksportir baru binaan LPEI ini bergerak di berbagai sektor yang diantaranya furnitur serta makanan dan minuman.

Selain pendampingan dan pelatihan, program CPNE juga akan mengikutsertakan UMKM terpilih untuk mengikuti pameran berskala internasional seperti Trade Expo Indonesia. Tujuannya adalah mempertemukan langsung pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri. Program ini juga dipastikan tidak akan dipungut biaya. Pendaftaran dapat diakses pada link berikut:

CPNE Bali: http://bit.ly/CPNE2021_Bali

CPNE Medan: http://bit.ly/CPNE2021_Medan

CPNE Solo: http://bit.ly/CPNE2021_KotaSolo

(kil/zlf)