Parah! Korban Investasi Jabon Capai 124.000 Orang, Kerugian Rp 378 M Lebih

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 20:02 WIB
Korban Investasi Jabon Bodong ke Mabes Polri
Foto: Korban Investasi Jabon Bodong ke Mabes Polri (Anisa Indraini/detikcom)

GMN sendiri dilaporkan atas tindak pidana penipuan dan Tppu (money Laundering) sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP, pasal 372 KUHP tentang penggelapan uang dan pasal 3, pasal 4 dan pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Investasi jabon ini memiliki skema tanam pohon jati dengan iming-iming panen setiap tahun hingga lima tahun sekali. Investor akan mendapat sertifikat kepemilikan pohon, satu pohon jati dihargai Rp 350.000 dan saat panen dijanjikan bisa Rp 1 juta per pohon dengan skema bagi hasil.

Ada juga paket berkelanjutan yang ditawarkan yakni pohon jati yang sudah panen disulap ke produk lain seperti meja-kursi, hingga jam tangan kayu.

"Itu sudah indikasi pencucian uang yang seharusnya uangnya untuk hasil panen jabon malah untuk yang lain. Banyak korban sejak 2017 sudah melakukan transfer pembelian bibit tapi tidak mendapat pohonnya, sertifikatnya, jangankan panen," ucapnya.

Halaman

(aid/fdl)