Bos Bank Sentral AS Blak-blakan soal Badai Pengangguran

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 22:59 WIB
Jerome Powell
Foto: Dok. Reuters: Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell
Jakarta -

Pengangguran di Amerika Serikat (AS) meningkat akibat pandemi COVID-19. Kondisi ini seiring masyarakat yang masih berjuang untuk keluar dari tekanan imbas pandemi COVID-19.

Dikutip dari CNN, Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell mengatakan pentingnya lapangan pekerjaan untuk menyelesaikan masalah pengangguran.

"Saat kami mengatakan kesempatan kerja maksimum adalah tujuan yang luas dan inklusif, kami tidak hanya melihat angka-angka ," ujar Powell dikutip dari CNN, Rabu (24/2/2021).

Powell mengungkapkan banyak kelompok masyarakat yang menanggung beban berat akibat pandemi, walaupun angka pengangguran nasional sempat turun menjadi 6,3% pada Januari lalu. Angka ini masih terbilang besar.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat tingkat pengangguran wanita di atas usia 20 tahun mencapai 6%. Memang, pandemi memaksa banyak perempuan dari berbagai angkatan kerja untuk mengurus keluarga dan berhenti dari pekerjaannya.

Sementara itu dari 140.000 pekerjaan yang hilang di AS pada Desember lalu. Paling banyak kaum perempuan yang kehilangan pekerjaan tersebut

Powell mengharapkan efek ini hanya bersifat sementara dan para pekerja bisa kembali berkontribusi ke perekonomian nasional.

Powell menambahkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini. Memang pemulihan ekonomi AS tidak merata dan belum bisa selesai dalam waktu cepat.

"Satu satunya langkah yang bisa dilakukan Fed adalah menjaga kebijakan moneter yang akomodatif," tutur Powell.

(kil/hns)