Harga Emas Turun Terus, Ini 3 Hal yang Harus Kamu Tahu

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 20:30 WIB
Gold ingots in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, on Nov 22, 2018. A search of the woman led to the discovery of eight pieces of gold weighing a total of nearly 1.9kg.PHOTO: REUTERS
Ilustrasi/Foto: REUTERS
Jakarta -

Kilauan emas semakin hari semakin pudar. Harga emas telah meninggalkan cukup jauh dari level tertingginya dalam rekor tahun lalu.

Berikut 3 hal yang harus kamu tahu tentang penurunan harga emas.

1. Turun Rp 131.000 dari Rekor

Hari ini harga emas Antam dijual di level Rp 934.000 per gram. Angka itu turun Rp 4.000 dari posisi harga kemarin di Rp 938.000 per gram.

Namun harga emas Antam pernah menyentuh level Rp 1.065.000 per gram. Angka itu merupakan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa.

Jika dibandingkan level rekor dengan posisi hari ini, harga emas Antam sudah turun 12,3% atau nilainya berkurang Rp 131.000 per gramnya.

2. Penyebab Harga Emas Turun

Direktur TFRX Garuda Berjangka, Ibrahim menilai tren negatif berkepanjangan ini lebih disebabkan karena faktor pendorong harga emas selama ini akan segera memudar. Faktor pendorong itu tidak lain dan tidak bukan adalah pandemi COVID-19.

Pandemi telah membuat ekonomi dunia terguncang. Banyak negara jatuh ke jurang resesi. Sangat wajar ketika ekonomi dunia dalam kepanikan, emas menjadi tujuan untuk mengamankan portofolio investasi.

Sementara menurut Ibrahim banyak negara sudah mulai melakukan vaksinasi. Mulai dari negara berkembang hingga negara besar seperti Inggris dan AS. Sehingga diperkirakan pemulihan ekonomi akan lebih cepat.

3. Ramalan Harga Emas

Jika dilihat dari tren harga emas dunia memang hari ini naik tipis 0,06% ke posisi US$ 1.807 per ons. Menurut Ibrahim tren positif jangka pendek ini akan mendorong harga emas ke level US$ 1.900 per ons.

Namun secara jangka menengah dan panjang harga emas akan kembali lagi ke zona merah. Bahkan menurut Ibrahim harga emas bisa menyentuh level US$ 1.600 per ons.

"Kenapa angka US$ 1.600 karena di 2020 saat emas dunia menyentuh US$ 2.080 1 bulan berikutnya menyentuh level US$ 1.745 terendahnya. Jadi angka US$ 1.600 akan sangat wajar," terangnya.

(das/ara)