Simpang Siur Tesla, Pilih Indonesia atau India? Ini 3 Faktanya

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 19:30 WIB
Tesla Shanghai
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Masih terjadi simpang siur atas rencana Tesla membangun pabrik di India. Padahal Ketua Menteri Karnataka, BS Yediyurappa telah mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa perusahaan Elon Musk itu akan segera masuk ke India.

Sejak Tesla mendaftarkan Tesla Motors India and Energy Private Limited di Bangalore pada Januari 2021, spekulasi telah marak mengenai rencana pembuat kendaraan listrik ikonik itu untuk memasuki sektor otomotif India. Perusahaan tetap bungkam tentang rencananya.

Berikut fakta-faktanya:

1. Informasi Investasi Tesla Berasal dari Partai

Orang-orang yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan bahwa menteri utama menandatangani pernyataan yang mengonfirmasi masuknya Tesla yang dikirim oleh Partai Bharatiya Janata (BJP).

"Itu adalah pernyataan yang dikirim ke kantor kepala menteri oleh partai," kata sumber yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari Hindustan Times, Senin (1/3/2021).

Maksud dari pernyataan itu, kata sumber tersebut, bertujuan untuk menunjukkan minat investor global terhadap India.

2. Belum Ada Kesepakatan

Yediyurappa mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu mengonfirmasikan bahwa Tesla memang akan mendirikan pabrik manufaktur di Karnataka. Tetapi pembicaraan antara perusahaan dan negara terjadi pada September lalu.

"Pejabat kami terus berhubungan dengan Tesla dan masih belum ada kesepakatan tentang rencana mereka meskipun kami telah menawarkan semua opsi dan bantuan yang tersedia," kata Menteri Karnataka untuk Industri Besar dan Menengah Jagadish Shettar.

Pernyataan Yediyurappa menjadi berita utama global, menggembar-gemborkan rencana Tesla ke Negeri Bollywood sebagai peluang untuk memanfaatkan potensi sektor kendaraan bermotor listrik India yang belum tersentuh.

Kendaraan listrik menyumbang kurang dari 1% dari total pasar mobil yang diperkirakan mencapai US$ 118 miliar dan diperkirakan mencapai US$ 300 miliar pada tahun 2026.

3. Tesla Belum Menanggapi

Tesla pun tidak menanggapi email yang meminta komentarnya mengenai rencana investasi di India.

Musk memang pernah mengatakan di Twitter tahun lalu bahwa perusahaannya berencana untuk memasuki India pada 2021. Tesla India telah menunjuk Vaibhav Taneja, Venkatrangam Sreeram dan David Jon Feinstein sebagai tiga direktur anak perusahaannya di India.

(toy/eds)