Pandemi Belum Usai, Airlangga Siapkan Paket Pariwisata yang Aman

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 16:46 WIB
Sandiaga Uno Bertemu Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (16/2/2021).
ilustrasi /Foto: Kemenparekraf-Sandiaga Uno Bertemu Airlangga Hartarto
Jakarta -

Pandemi Corona berkepanjangan membuat industri pariwisata di Indonesia mengalami stagnasi, bahkan keterpurukan. Entah kapan pemerintah akan membuka kembali sektor pariwisata RI, utamanya bagi turis mancanegara.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan soal waktu yang dibutuhkan bagi industri pariwisata kembali menjalankan bisnis. Ia menyebut saat ini pemerintah belum dapat memberikan kepastian terkait hal tersebut.

"Ini memang menjadi pertanyaan sejuta orang bahkan juga 215 negara di dunia," kata Airlangga, Selasa (2/3/2021).


Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara 'MNC Investor Forum dengan materi Balancing Brake and Gas Pedal for Indonesia Economy Recovery.

Menurut Airlangga, pemerintah tidak bisa membuka sendiri pintu bagi turisme. Sebab, dalam komunitas internasional masih terdapat travel bubble dan travel corridor arrangement yang telah disepakati dalam perjanjian antarnegara.

"Pada saat ini seseorang yang dapat melakukan perjalanan (antarnegara) adalah seseorang yang memiliki izin perjalanan penting. Untuk turis (pariwisata) saya kira kita harus kembali mengandalkan pada permintaan pasar (pariwisata) domestik," ungkapnya.

Selain mengandalkan permintaan pasar dalam negeri di sektor turisme, dirinya menilai hal tersebut perlu dibarengi dengan pelaksanaan ketat protokol kesehatan. Ia menegaskan, jangan sampai sektor pariwisata justru menghambat upaya pemerintah dalam menekan angka kasus positif COVID-19.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menyusun rencana pembuatan paket wisata yang aman.

"Bagaimana kita merencanakan dan membuat paket wisata itu yang juga bisa meningkatkan herd immunity masyarakat dan membuat perjalanan wisata tersebut aman untuk semua orang," ucapnya.

Airlangga yakin, formula tersebut dapat membantu pemerintah membuat kebijakan untuk menaikkan kapasitas pariwisata. Adapun salah satu kebijakan yang telah dilakukan yakni menggunakan hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

"Saya kira sektor pariwisata masih akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk segera dicarikansolusinya. Kami berharap program vaksinasi dapat menciptakan herd immunity pada akhir tahun ini. Pada pertengahan tahun ini sekitar 70 juta orang bisa divaksinasi. Ini juga akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata,"ungkapnya.


Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan komitmen pemerintah Indonesia dalam membangun keseimbangan antara pemulihan kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional.

"Pemerintah telah menunjukkan kebijakan yang telah diambil yang sudah membawa Indonesia sebanding dengan lima negara teratas di dunia yang menunjukkan perbaikan ekonomi nyata. Kami yakin dengan bekerja bersama kita akan mendapatkan keuntungan dari momentum pemulihan ekonomi pada masa mendatang," pungkasnya.

Lihat juga Video: Tinjau Vaksinasi Pedagang Yogya, Jokowi Harap Ekonomi-Pariwisata Bangkit

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)