Kementan Gandeng Pelaku Usaha untuk Serap Hasil Panen Food Estate Sumut

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 17:11 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Kawasan Food Estate Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut) menyongsong masa panen kentang dan bawang. Kementerian Pertanian (Kementan) berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menyalurkan hasil panen tersebut.

Kementan memprediksi panen bawang merah dan kentang akan dimulai bulan Maret sedangkan bawang putih mulai dipanen di akhir april 2021. Adapun panen di kawasan budidaya hortikultura yang berlokasi di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Hasundutan itu akan dilakukan secara selektif berdasarkan umur tanam.

Menjelang masa panen, Mentan Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan kepada jajaran Ditjen Hortikultura untuk berkoordinasi dengan pelaku usaha (offtaker) agar hasil panen petani bisa langsung diserap saat panen.

Beberapa perusahaan nasional seperti PT.Indofood, PT. Wings Food dan para pelaku usaha bawang merah lainnya, digaet menjadi mitra untuk menyerap hasil panen di kawasan pertanian yang baru saja dibuka tersebut.


Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola food estate, Kementan telah membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Food Estate yang diketuai Marnala Lumban Batu. Lembaga tersebut menjadi wadah pengorganisasian petani dan manajemen pengelolaan Food Estate berbasis hortikultura.

"Ke depannya KUB ini diharapkan menjadi wadah kelembagaan korporasi yang menghimpun seluruh petani di kawasan food estate sekaligus mengelola keberlanjutan food estate dengan manajemen yang profesional," jelas Marnala dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor menyebut program food estate memberikan hasil yang cukup menggembirakan,

"Meskipun diperkirakan hasilnya belum maksimal karena lahan bukaan baru, namun di musim tanam II nanti saya yakin akan jauh lebih baik," ungkap Dosmar.

Dosmar berpesan kepada masyarakat untuk saling mendukung pengembangan Food Estate. Dikatakannya masih terdapat beberapa kekurangan dalam program Food Estate, namun hal itu segera diperbaiki.

"Nggak usah kita saling menyalahkan, ini salah si anu, ini salah siapa, nggak usah, kenapa karena lahan itu 90 persen sejak dunia ini ada baru kali itulah diolah. Lahan 215 itu memang banyak kekurangan, tapi namanya hidup tidak ada yang sempurna," kata dia.

Komoditas di Food Estate Humbang Hasundutan sudah siap dipanen. Untuk menjamin keberhasilan pada musim tanam selanjutnya, pemerintah daerah setempat akan melakukan seleksi lebih ketat kepada petani yang akan diikutkan dalam program Food Estate.

(ega/hns)