Dihajar Pandemi, Kasino Sands Jual Aset di Las Vegas Rp 88 T

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 04 Mar 2021 09:27 WIB
Masa penutupan kasino imbas pandemi Corona di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, berakhir. Kartu-kartu hingga dadu siap dimainkan.
Foto: AP photo
Jakarta -

Perusahaan Kasino dan Resor Kelas Kakap asal Amerika Serikat (AS) Las Vegas Sands Corp meninggalkan negara asalnya dan menjual dua propertinya di sana senilai US$ 6,25 miliar atau setara Rp 88,65 triliun (kurs Rp 14.184/US$). Kedua aset properti yang dimaksud adalah Venetian Resort Las Vegas dan Palazzo dan Sands Expo Convention Center.

Dikutip dari CNN Business, Kamis (4/3/2021) kedua properti itu dibeli oleh Apollo Global Management dan Vici Properties.

Apollo membayar US$ 2,25 miliar untuk perusahaan operasi Venetian dan Vici membeli tanah dan aset real estat kedua properti itu yang senilai US$ 4 miliar.

Apollo mengatakan pembelian tersebut merupakan taruhan besar, mengingat sektor pariwisata seperti kasino, resor hingga MICE, saat ini tengah mengalami penurunan secara drastis selama setahun terakhir karena pandemi.

"Investasi ini juga menggarisbawahi keyakinan kami dalam pemulihan yang kuat untuk Las Vegas karena vaksin mengantarkan pembukaan kembali waktu luang dan perjalanan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," katanya.

Kini, Las Vegas Sands memperpendek namanya menjadi Sands karena telah meninggalkan Las Vegas. Dalam siaran persnya, perusahaan mendiang Sheldon Adelson itu mengatakan perubahan itu pahit, tapi akan membantunya fokus pada pasar yang tumbuh lebih cepat, seperti Asia.

"The Venetian mengubah wajah pengembangan kasino di masa depan dan memperkuat warisan Sheldon Adelson sebagai salah satu orang paling berpengaruh dalam sejarah industri game dan perhotelan," kata CEO Sands Robert Goldstein.

Venetian, resor kelas atas dengan 7.000 kamar itu dibuka pada tahun 1999. Resor ini membantu perusahaan itu berubah menjadi perusahaan kasino terbesar di dunia.

Ada beberapa laporan bahwa Adelson sudah mempertimbangkan untuk menjual properti di Las Vegas sebelum kematiannya di bulan Januari lalu. Properti Sands di AS menyumbang lebih dari 13% pendapatannya pada tahun 2019, dengan properti mewah di Singapura dan Makau menjadi penghasil uang utama.

Saham Sands (LVS) melonjak hampir 3% dalam perdagangan pra-pasar.

Simak juga 'Raja Judi Las Vegas Sobat Donald Trump Tutup Usia':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)