Kisah Anak Sopir Taksi yang Jadi Raja Kasino Berharta Rp 501 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 08:57 WIB
Sheldon Adelson/Reuters
Foto: Sheldon Adelson/Reuters
Jakarta -

Sheldon Adelson adalah salah satu orang terkaya asal Amerika Serikat (AS) berkat jadi pebisnis judi besar. Lewat perusahaannya Las Vegas Sands, dia memiliki sejumlah kasino besar di Las Vegas, AS dan di Macau.

Pria yang lahir di Boston, pada 87 tahun yang lalu ini memiliki kekayaan bersih US$ 35,6 miliar atau setara Rp 501,96 triliun (kurs Rp 14.100/US$). Forbes mencatat dirinya berada di urutan 37 sebagai orang terkaya di dunia.

Meski kaya raya, kehidupan masa kecilnya tidak seenak yang dibayangkan. Dilansir dari Vyapaar Jagat, Jumat (18/12/2020), masa kecilnya serba pas-pasan karena lahir dari seorang ibu pengelola toko rajutan dan ayahnya seorang sopir taksi.

Pada usia 12 tahun dia memutuskan untuk memulai karir awal dengan meminjam uang dari pamannya US$ 200 untuk mendirikan kios koran kecil di Bostonattended City College of New York. Namun itu tidak berlangsung lama, dia sempat gonta-ganti bisnis lain seperti membuat mesin penjual permen, menjadi agen iklan koran, hingga menjual peralatan toilet.

Pada 1950, Adelson masuk ke perguruan tinggi di New York mengambil jurusan corporate finance. Namun studinya itu tak selesai dan lebih memilih bergabung dengan tentara AS.

Tak lama setelah itu, Adelson mundur dari tentara dan mulai bekerja sebagai penasehat investasi dan broker. Di 1960, dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Boston.

Adelson kemudian investasi di perusahaan perjalanan. Sayangnya, di akhir 1960 pasar saham jatuh dan berimbas padanya. Namun dia tak gampang menyerah, justru berupaya agar bangkit dari keterpurukan.

Tahun 1979 bisa dibilang sebagai titik awal kesuksesan Adelson. Saat itu dia berhasil membangun bisnis dan mengembangkan perdagangan komputer COMDEX, yang merupakan karya wirausaha pertamanya. Karyanya yang luar biasa menjadikannya pameran dagang komputer teratas, hingga meluas ke kota-kota lain dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Dari situ, kemudian Adelson mengembangkan bisnisnya dengan membeli hotel hingga kasino di Las Vegas. Seiring berjalannya waktu bisnis kasinonya terus berkembang hingga ke Singapura, Timur Tengah, dan Makau.

lanjut ke halaman berikutnya