Sandiaga Blak-blakan Dampak Corona ke Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 20:58 WIB
Sandiaga Uno di Desa Batu Hitam
Menparekraf Sandiaga Uno/Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno curhat soal damapak pandemi COVID-19 terhadap sektor yang dia kawal. Pasalnya, berdampak terhadap 34 juta orang Indonesia.

Sandiaga menjelaskan sebanyak 34 juta orang Indonesia bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi COVID-19 mengakibatkan mereka terpuruk, dan dari total tersebut sebanyak 2 juta orang kehilangan pekerjaan.

"Pariwisata dan ekonomi kreatif paling terdampak," ujar Sandiaga dalam acara Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Untuk mengatasi masalah di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga akan mempercepat pengembangan lima destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Selain itu, menurut Sandiaga, pemerintah juga akan mengandalkan wisatawan lokal di tengah pandemi COVID-19 dalam menggairahkan destinasi di tanah air.

"Di Sulawesi ada Likupang, ada KEK pariwisata, kita menyiapkan infrastruktur pelabuhan, bandar udara yang sudah 80% kesiapannya dan mudah-mudahan bisa menampung 5,5 passengers per tahun dan bisa menyuntikkan Rp 20 triliun dari segi ekonomi," ujarnya.

Selain mempercepat pengembangan 5 destinasi super prioritas, Sandiaga juga akan mengembangkan green zone free COVID corridor di beberapa daerah tujuan wisata, salah satunya adalah Bali.

"Ini saat-saat memprihatinkan, banyak masyarakat sedih, lapangan kerja turun drastis, selain di PHK, dikurangi jam kerja, dan juga dirumahkan," katanya.

Dengan kondisi tersebut, berbagai upaya yang sudah disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan mampu membangkitkan kembali ekonomi nasional.

"Ini akan menjadi penopang ekonomi, kebangkitan sektor pariwisata menjadi sinyal pemulihan ekonomi," terang Sandiaga.

(hek/hns)