Bangkitkan Ekonomi, Pengusaha Minta Penanganan Virus Tuntas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 06 Mar 2021 18:45 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sudah satu tahun terjadi memang mengganggu perekonomian nasional. Saat ini dengan proses vaksinasi yang sudah berjalan diharapkan bisa memberikan ekspektasi positif dan harapan baru untuk dunia usaha dan bisa menggerakkan kembali roda perekonomian.

Calon Ketua Umum Kadin yang juga menjabat Direktur Utama Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid mengungkapkan saat ini memang pengusaha sedang menghadapi tantangan berat akibat pandemi.

Namun setiap daerah memiliki industri atau usaha penopang yang berbeda. Karena itu solusi yang diambil antar daerah pasti akan berbeda. Menurut Arsjad masalah ekonomi yang terjadi saat ini sangat berbeda dengan kondisi krisis 1998 lalu. Tak hanya pemain besar, tapi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga ikut jatuh.

"Ini yang harus kita lihat, bagaimana membantu UMKM. Karena dari mikro sampai yang besar harus diberi kesempatan," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Arsjad mengatakan untuk membangkitkan sektor usaha, penanganan virus harus tuntas lebih dulu. Karena itu, program vaksinasi gotong-royong benar benar harus dilakukan bersama dan menyeluruh.

Lulusan Pepperdine University, Malibu California, Amerika Serikat ini serius dan mantap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin. Ia bahkan telah menyiapkan jurus baik untuk bertarung maupun nantinya ketika terpilih.

Wakil Ketua Umum Kadin ini mengaku telah menghubungi anggota Kadin di berbagai daerah. Selain menyampaikan keseriusan memimpin Kadin, Arsjad juga menyerap apa yang dikeluhkan oleh mereka. Arsjad juga mendengarkan masukan-masukan dari berbagai asosiasi.

"Kalau ibarat perusahaan, Kadin daerah dan asosiasi adalah pemegang saham. Jadi tugas saya adalah dengerin dulu suara mereka. Daerah yang tahu apa isu lokalnya, asosiasi yang mengerti industrinya. Ini yang harus kita kombinasikan," kata Arsjad. Dari mendengar aspirasi anggota Kadin di daerah, rata-rata, kata Arsjad, mereka menyampaikan tengah menghadapi tantangan berat karena pandemi.

(kil/eds)