Pemodal Mau Bangkrut, Perusahaan Baja Ini PHK 5.000 Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 16:28 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Perusahaan keuangan, Greensill Capital telah jatuh bangkrut. Perusahaan itu merupakan pendukung keuangan utama bagi kerajaan bisnis, Sanjeev Gupta yang memiliki perusahaan baja terbesar ketiga di Inggris, Liberty Steel.

Dikutip dari BBC, Selasa (9/3/2021) masuknya Greensill ke jurang kebangkrutan membawa dampak kepada 5.000 pekerja di semua perusahaan Gupta termasuk Liberty Steel terancam kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam pengajuan pengadilan, Greensill mengungkap operasinya tengah berada dalam keadaan kesulitan keuangan dan gagal bayar utang. Mendengar kabar itu, pejabat serikat pekerja mengadakan pertemuan dengan Liberty yang dijadwalkan hari ini.

Serikat pekerja mengatakan Sanjeev Gupta perlu memberikan opsi dan perlindungan bagi pekerjanya. Organisasi itu pun mengungkap siap untuk bekerja dengan perusahaan dan mencari solusi terbaik. Liberty sendiri memiliki 12 pabrik baja di Inggris termasuk di Rotherham, Motherwell, Stocksbridge, Newport dan Hartlepool.

Sebelumnya, dugaan kebangkrutan kepada Greensill telah diprediksi saat Sekretaris Bisnis Kwasi Kwarteng yang mengadakan pertemuan darurat pada hari Minggu dengan kepala eksekutif Liberty Steel UK, John Ferriman. Menurut sumber, mereka membahas rencana darurat jika Greensill bangkrut.

Liberty Steel adalah pembuat baja terbesar ketiga di Inggris, yang mempekerjakan 3.000 orang di 11 lokasi. 2.000 orang lainnya dalam bisnis teknik dalam grup juga terlibat.

Pekerjaan dan output telah turun secara signifikan untuk industri baja selama empat dekade terakhir. Pada masa kejayaannya sebagai perusahaan baja Inggris milik negara di awal tahun 1970-an, jumlah pekerja itu 10 kali lebih banyak. Meski mengalami banyak keterpurukan, sektor tersebut masih dianggap penting oleh para menteri, politisi daerah, dan pemimpin bisnis.

(zlf/zlf)