Terpopuler Sepekan

Total Harta Karun di Laut RI Rp 19.000 T, Ini Sebarannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 13 Mar 2021 14:15 WIB
Harta karun di perairan Selayar, Sulsel.
Ilustrasi/Foto: dok. BPCB Makassar
Jakarta -

Indonesia memang terkenal sebagai negara kaya akan sumber daya alam (SDA), salah satunya di sektor kelautan dan perikanan. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai kekayaan sektor tersebut mencapai Rp 19 ribu triliun.

Angka ini sudah ada sejak lama dan sampai saat ini belum teroptimalkan. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP mencatat nilai kekayaan kelautan Indonesia mencapai Rp 1.338 miliar atau setara Rp 19.113 triliun (kurs Rp 14.300) per tahun.

Kepala BRSDM KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, potensi ini harus dioptimalkan betul, khususnya bagi para pengusaha-pengusaha tanah air.

"Kira-kira kekayaan laut kita sekitar US$ 1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budi daya dan industri pengolahan dan seterusnya. Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi," kata Sjarief dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021, Sabtu (6/3/2021).

Pemanfaatan potensi kelautan, dikatakan Sjarief juga menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Waktu pertama beliau deklarasikan terpilih menjadi presiden periode pertama beliau sampaikan kita sudah terlalu lama memunggungi laut, dan saatnya kita menoleh ke laut kita ini," ujarnya.

Dia menyebut, luas area Indonesia ada sekitar 8 juta km persegi atau sama seperti dengan Amerika Serikat (AS). Hanya saja, luas tersebut yang baru termanfaatkan 2,1 juta km persegi dan sisanya 6,1 juta km persegi belum berkontribusi pada perekonomian nasional.

"Ini persoalan utama kita, padahal resources-nya laur biasa. Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu Anda semua," jelasnya.

Dia mencontohkan, Indonesia termasuk pengekspor terbesar rumput laut, di mana sekitar 25% kebutuhan dunia berasal dari tanah air. Hanya saja, permasalahannya produk yang diekspor masih bahan mentah sehingga belum memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Mengenai rumput laut, dikatakan Sjarief, menjadi produk andalan sektor kelautan karena produk turunannya sangat besar. Rumput laut bisa menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan hingga tepung.

Dia pun mengajak seluruh pengusaha nasional terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang ini.

"Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang," ungkapnya.

Perlu diketahui, dari potensi kekayaan atau ekonomi sektor kelautan sebesar US$ 1.338 miliar ini, tersebar di 11 sektor yaitu perikanan tangkap yang potensinya US$ 20 miliar, perikanan budi daya US$ 210 miliar, industri pengolahan US$ 100 miliar, industri bioteknologi US$ 180 miliar, energi dan sumber daya mineral termasuk garam dan BMKT US$ 210 miliar.

Selanjutnya, ada pariwisata bahari US$ 60 miliar, transportasi laut US$ 30 miliar, industri dan jasa maritim US$ 200 miliar, coastal forestry US$ 8 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil US$ 120 miliar, dan sumber daya non konvensional US$ 200 miliar.

Simak juga Video "Jokowi: Sumber Daya Alam Laut RI Punya Potensi Rp 17 Ribu Triliun":

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)