Round-Up Berita Terpopuler

Jawaban Sinarmas soal Laporan Pengusaha Solo, Ini Investasi yang Cuan

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 14 Mar 2021 21:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jawaban PT Sinarmas usai dua petingginya dilaporkan ke polisi oleh pengusaha asal Solo jadi berita terpopuler detikFinance hari ini.

Sekadar informasi, laporan yang tertuju ke Sinarmas berkaitan dengan dugaan penipuan, pemalsuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Laporan itu diajukan oleh Andri Cahyadi.

Anjuran penukaran kartu debit gesek juga menjadi berita paling banyak dibaca hari ini. Kemudian, ada juga berita mengenai pilihan investasi murah dan cuan.

Berikut ini 3 berita terpopuler detikFinance hari ini.

1. Jawaban Sinarmas Usai 2 Petingginya Dilaporkan Pengusaha Solo ke Polisi

PT Sinarmas tengah dihadapi masalah hukum. Seorang pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi melaporkan dua petinggi Sinarmas yakni Indra Widjaya selaku pemilik dan Kokarjadi Chandra selaku Dirut PT Sinarmas Securitas ke Bareskrim Polri.

Pihak Sinarmas pun buka suara terkait perkara tersebut. Government Relation Sinarmas, Ivo Rustandi mengatakan bahwa pihaknya menilai bahwa Indra tidak ada hubungannya dengan perkara tersebut.

"Kami sudah menerima berita tersebut, setahu saya masalah ini tidak ada hubungannya dengan Pak Indra W," tuturnya kepada detikcom, Minggu (14/3/2021).

Ivo juga mengaku perusahaan sampai saat ini belum menerima konfirmasi atau panggilan resmi terkait perkara tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa saaat ini Kokarjadi sudah tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinarmas Securitas.

"Sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait hubungannya apa dan sebagai informasi bahwa saat ini pak Kokar sudah tidak menjabat di Sinarmas Sekuritas," ucapnya.

Sekadar informasi laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan, pemalsuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Andri melakukan pelaporan pada 10 Maret 2021 dengan tuduhan dugaan penipuan/perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat dan juga TPPU dengan nomor laporan polisi (LP) LP/B/0165/III/2021/BARESKRIM.

"Pada 2015 perusahaan saya PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) tbk bekerja sama dengan PT Sinarmas, dan dari Sinarmas menaruh direksi di situ supaya fair. Mulainya di situ dan saya sebagai Komisaris Utamanya (Komut)," kata Andri kepada wartawan saat ditemui di Solo, Sabtu (13/3/2021).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Polri Gelar Perkara Awal Dugaan TPPU Bos Sinarmas Kamis Besok"
[Gambas:Video 20detik]