Ekspor RI Melesat, Siapa Negara yang Paling Jadi Sasaran?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 13:27 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Februari 2021 sebesar US$ 15,27 miliar. Angka ini naik 8,56% dibandingkan posisi tahun lalu (year on year/yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan negara tujuan ekspor pertama Indonesia adalah Taiwan dengan nilai US$ 217,4 juta, disusul Amerika Serikat (AS) US$ 186,7 juta.

"Kemudian Swiss US$ 37,5 juta, Belanda US$ 37 juta dan Turki US$ 36,8 juta," kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (15/3/2021).

Adapun pangsa ekspor non migas Indonesia terbesar masih dikuasai oleh China yakni mencapai 20,5%. Kemudian AS 12,92%, Jepang 8,35%.

Kemudianuntuk negara yang paling banyak mengalami penurunan ekspor adalah India dengan penurunan sebesar US$ 178 juta. Namun secara tahunan ekspor Indonesia tercatat naik untuk ekspor migas 6,9% dan ekspor non migas naik 8,67%.

Sementara penurunan ekspor secara bulanan atau month to month (mtm) dipengaruhi adanya penurunan ekspor migas sebesar 2,63% mtm dan penurunan tipis ekspor non migas sebesar 0,04% mtm.

Kemudian diikuti penurunan impor ke China US$ 96,2 juta, Spanyol US$ 75,5 juta, Myanmar US$ 52,8 miliar, dan Singapura US$ 49,7 miliar.

"Penurunan impor terbesar ke India terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati, penurunan ekspor besi baja, dan bahan bakar mineral," tambah dia.

Simak juga video 'KKP Bakal Tingkatkan Ekspor Udang ke AS dan China Hingga 250%':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)