Naik 2,6%, Utang Luar Negeri RI Kini Tembus Rp 6.058 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 15:07 WIB
Utang Pemerintah
Ilustrasi/Foto: Andhika Akbarayansyah

ULN Pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, antara lain yaitu sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,6% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,1%), sektor jasa pendidikan (16,2%), sektor konstruksi (15,2%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (13,0%).

Kemudian untuk ULN swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,8%.

Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam.

Pada akhir Januari 2021, ULN PBLK tumbuh sebesar 4,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy). Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 6,1% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,7% (yoy).

"Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan," jelas dia.

Erwin mengungkapkan ULN indonesia ini berada di posisi 39,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).


(kil/eds)