Googlenya China Bangun Bisnis Semikonduktor AI Rp 28 T

ADVERTISEMENT

Googlenya China Bangun Bisnis Semikonduktor AI Rp 28 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 14:55 WIB
A woman is silhouetted against the Baidu logo at a new product launch from Baidu, in Shanghai, China, November 26, 2015. REUTERS/Aly Song/File Photo
Foto: Reuters/Aly Song
Jakarta -

Layanan pencarian seperti Google berasal dari China, Baidu mengumpulkan uang untuk membangun bisnis semikonduktor kecerdasan buatan (AI) senilai US$ 2 miliar setara Rp 28,8 T pada putaran pembiayaan pertama.

"Bisnis chip bernama Kunlun, milik Baidu baru-baru ini menyelesaikan putaran pembiayaan. Kami akan merilis lebih banyak informasi pada waktunya, "kata juru bicara Baidu, mengutip dari CNBC, Selasa (16/3/2021).

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, putaran pendanaan dipimpin oleh CPE, manajemen aset China dan perusahaan ekuitas swasta. Selain itu, perusahaan modal ventura IDG dan Legend Capital juga terlibat. Lalu, perusahaan investasi Cina Oriza Holdings juga berpartisipasi dalam putaran tersebut.

Tidak jelas berapa banyak uang yang dikumpulkan Baidu, tetapi sumber itu mengatakan penilaian bisnis chip setelah pendanaan adalah US$ 2 miliar. Adapun rencana Baidu yang ingin mengumpulkan uang demi membangun perusahaan chip AI sendiri telah dilaporkan sejak bulan lalu.

Sekarang bisnis Kunlun telah mengumpulkan uang dan itu bisa membuka jalan bagi unit untuk dipisah-pisahkan, tetapi belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Chip Ai sendiri dirancang untuk memproses data dalam jumlah besar yang dapat digunakan dalam aplikasi kecerdasan buatan. Suntikan uang tunai untuk bisnis Baidu dapat membantu perusahaan mengkomersilkan teknologinya.

Selain itu, bisnis itu bisa mendorong bisnis Baidu lainnya termasuk usaha mendirikan kendaraan listrik mandiri dengan Geely dan mengumpulkan uang untuk bisnis bioteknologi. Hingga kini Baidu yang paling dikenal sebagai raksasa pencarian China, masih sangat bergantung pada pendapatan iklan.

Sebagai informasi, semikonduktor dan AI adalah dua teknologi utama yang diharapkan China dapat meningkatkan keahlian dan kekuatan negara itu.

Lihat juga Video: Mulai 1 April 2021, Google Meet Gratis Bakal Dibatasi Cuma 1 Jam

[Gambas:Video 20detik]




(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT