Lumbung Pangan di Kalimantan Dikebut, Bakal Ada Apa Aja?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 17 Mar 2021 18:30 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan program pengembangan food estate sebagai daerah yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Lokasi lumbung pangan baru ini direncanakan berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah yang juga akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 - 2024.
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Pemerintah tengah menggenjot pembangunan food estate atau lumbung pangan di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Kalimantan Tengah. Proyek ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2021.

Dalam catatan detikcom September 2020 lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, ada dua food estate yang dikembangkan di Kalimantan Tengah. Pertama, untuk komoditas padi yang dikomandoi Kementerian Pertanian di lahan seluas 165.000 ha pada eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Kedua, untuk tanaman singkong dengan leading sektor Kementerian Pertahanan seluas 60.000 hektare.

"Sebagai tahap awal akan mulai dikerjakan food estate untuk tanaman padi seluas seluas 32.000 hektare pada Oktober 2020 yang terdiri dari 30.000 hektare di kawasan dengan kondisi sawah dan irigasi baik, serta 2.000 hektare di Kecamatan Dadahup," ujar Basuki dalam keterangannya.

"Untuk tanaman padi dimulai dengan perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan-jalan masuk (aksesibilitas) menuju kawasan food estate pada Oktober 2020. Sisanya 133.000 ha akan dilanjutkan nanti 2021, sehingga akhir tahun 2021 kawasan estate padi seluas 165.000 selesai dikerjakan fisik semua dan mulai tanam full pada 2021," imbuhnya.

Adapun untuk food estate tanaman singkong, Basuki menuturkan pada tahun 2020 dari total rencana area pengembangan 60.000 ha, akan mulai dikerjakan seluas 30.000 hektare pada 2020-2021 di Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisang dan Kabupaten Kapuas. Sisanya seluas 30.000 ha sebagian besar berada di Kabupaten Murung Raya dan akan mulai dilaksanakan tahun 2021

"Sekarang anggarannya sudah tersedia, Kementerian Pertahanan akan menggerakkan prajurit Zeni TNI AD dalam rangka land clearing, land grabbing, untuk siapkan lahan tanaman singkong. Ini lebih mudah dari padi yang lebih sensitif, kalau padi harus benar-benar flat untuk bisa irigasi dengan baik," tutur Basuki.

Sementara itu, dirinya mengungkapkan ketersediaan air menjadi kunci utama program pengembangan pusat tanaman pangan di Kalteng. Kementerian PUPR mendukung tata air untuk pengembangan food estate melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier maupun kuarternya.

"Awal Oktober 2020 surat perintah kerja ditargetkan bisa terbit bagi para pemenang lelang, sehingga kami bisa sesuaikan antara pekerjaan irigasi dan olah tanah dengan harapan pada Oktober-Maret sudah bisa mulai tanam," ujar Basuki.

Selain infrastruktur, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin kala itu menambahkan dalam pengembangan program food estate juga tengah disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN.

"Untuk persiapan SDM akan ada program komponen cadangan. Kami akan merekrut secara sukarela masyarakat, utamanya dari lokal dengan rentang usia 28-35 tahun. Kemudian ikut program komponen cadangan dengan dilatih bagaimana cara bertani dalam waktu kurang lebih 4 bulan," jelasnya.

Terbaru, Basuki mengatakan, untuk food estate Eks PLG seluas 165.000 ha, seluas 28.000 ha memiliki kondisi irigasi yang baik. Sementara, sebanyak 137.000 ha akan dilakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi.

"Kondisi yang baik Belanti yang 28.000 ha sudah bagus sudah, juga ditanami oleh petani yang kita rehabilitasi di kondisi 137.000 ha," lanjutnya.

Lanjutnya, kegiatan rehabilitasi dan jaringan irigasi sudah dilakukan mulai tahun 2020 lalu. Kegiatan tersebut ditargetkan untuk 2.000 ha dari 43.500 ha.

"Progresnya saat ini adalah tahun 2020 ini diawali kegiatan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di Blok A 2.000 ha bagian rencana 43.500 ha progres keseluruhan pekerjaan 33,69% ini kalau dibandingkan 43.500 ha. Tapi yang 2.000 ha yang ditargetkan 2020 sudah selesai," katanya.

"Kemudian 2020 juga dilaksanakan dan diselesaikan land clearing 722,45 ha pada Blok A dari 2.000 tadi sesuai permintaan Menteri Pertanian," sambungnya.

Basuki bilang, pada akhir Maret kegiatan ini rehabilitasi dan peningkatan irigasi akan dilanjutkan pada area seluas 93.500 ha.

"Selanjutnya mulai akhir Maret 2021 kegiatan rehabilitasi dan peningkatan irigasi akan dilaksanakan pada areal 93.500 ha tadi di Blok B, C dan D. Kalau A tadi di 2020," ujarnya.

(acd/zlf)