Yang Lain Mengempis, Sumber Penerimaan Negara Ini Melesat 139%

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 10:08 WIB
Fokus penerimaan negara
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis detikcom: Luthfi SYaban
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat kinerja pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tembus target hingga 139% di tahun 2020. Angkanya mencapai Rp 69,6 triliun dari target sekitar Rp 50 triliun.

Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto mengatakan kinerja BLU menjadi angin segar di tengah pandemi COVID-19 dan penurunan ekonomi global. Adapun, jumlah BLU di Indonesia ada sebanyak 224.

"Di tengah tantangan pandemi dan penurunan ekonomi global, meski pendapatan negara mengalami penurunan yang signifikan sekitar 16%, namun pendapatan BLU mampu tumbuh positif sebesar Rp 69,6 triliun dari target Rp 50 triliun atau capaian 139% dari target," kata Hadiyanto dalam acara Rakor BLU 2021 secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Kinerja pendapatan BLU yang mencapai Rp 69,6 triliun di tahun 2020 pun meningkat 40,2% jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp 48,8 triliun.

Hadiyanto menceritakan, kinerja pendapatan BLU yang masih terjaga dikarenakan upaya sinergitas BLU bersama Kementerian/Lembaga (K/L) dalam menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Melalui refocusing anggaran, transfer kas antar BLU serta simplifikasi 15 Peraturan Menteri Keuangan menjadi satu Peraturan Menteri Keuangan yang diharapkan dapat menjadi pedoman dan memudahkan pemahaman stakeholders," ujarnya.

Untuk tahun 2021, Hadiyanto mengatakan tantangan untuk mempertahankan kinerja BLU tetap ada salah satunya karena masih adanya pandemi COVID-19. Pemerintah menuntut BLU kerja keras di bidangnya masing-masing dalam meningkatkan kontribusinya untuk perekonomian nasional.

"Selama masa pandemi, BLU dituntut untuk mampu memberikan extra effort dan inovasi untuk penanganan pandemi COVID-19, BLU juga didorong untuk mampu memberikan pengembangan layanan dengan pembiayaan alternatif, link and match dengan kebutuhan industri dan optimalisasi aset BLU," katanya.

Menurut Hadiyanto, BLU juga dituntut untuk mewujudkan digitalisasi layanan yang mudah diakses oleh masyarakat atau sesuai apa yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai memprioritaskan kualitas pelayanan dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat.

"Arahan bapak presiden tersebut dikuatkan kembali oleh Bu Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa BLU harus tetap memberikan pelayanan semaksimal dan sebaik mungkin dengan efisiensi biaya waktu dan proses bisnis, meskipun tidak mengutamakan profit," ungkapnya.

(hek/eds)