Deretan Ritel Nasional yang Rontok Dihantam Badai COVID-19

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 14:43 WIB
Industri ritel terpantau tengah mengalami kelesuan. Terbaru, adalah Matahari yang menggelar diskon besar-besaran jelang penutupan gerai di Blok M dan Pasaraya.
Ilustrasi/Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan banyak pelaku ritel dan mal atau pusat perbelanjaan yang gugur alias tutup operasi karena terdampak pandemi COVID-19.

Tidak hanya tutup, Ketua APPBI Alphonsus Widjaja mengatakan ada pula pusat perbelanjaan yang menjual asetnya karena terdampak pandemi yang sudah berlangsung selama setahun belakangan ini.

"Penutupan usaha ritel ataupun dijualnya pusat perbelanjaan dalam kondisi seperti saat ini memang sudah diperkirakan akan terjadi dikarenakan ritel dan pusat perbelanjaan sudah menderita dan terpuruk selama lebih dari satu tahun," kata dia kepada detikcom, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Dia mengatakan, daya tahan sebuah perusahaan berbeda sehingga keputusan untuk menutup operasi harus dilakukan. Apalagi, diperkirakan banyak pelaku usaha ritel khususnya di bidang fashion tertekan akibat COVID-19 di tahun 2021.

"Salah satu sektor Ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion (sandang/busana)," katanya.

Di Indonesia sendiri toko ritel besar sekelas Giant dan Hero mulai menutup banyak tokonya tahun ini. Dari catatan detikcom, Giant sudah menutup 7 tokonya dan Hero telah menutup 26 cabang tokonya.

Seperti apa kronologi badai penutupan ritel selama pandemi COVID-19 di Indonesia? Klik halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Produk Prancis Mulai Ditarik Pengusaha Ritel Indonesia

[Gambas:Video 20detik]