Duh! Harga Gabah Petani Anjlok di 85 Kabupaten

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 16:11 WIB
Pekerja menata stok beras di Gudang Bulog Sub Drive  Serang, Banten, Jumat (3/4/2020). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan stok beras saat ini sebanyak 1,65 juta ton beras medium dan 170 ribu ton beras, cukup untuk  kebutuhan puasa hingga lebaran. Stok beras akan bertambah sekitar 1,7 juta ton lagi dari hasil serapan gabah petani pada puncak masa panen bulan April-Mei. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras.
Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi panen raya beras akan dimulai pada bulan April 2021 mendatang. Mendekati waktu panen raya, ternyata harga gabah kering panen (GKP) anjlok di bawah harga pokok penjualan (HPP) yakni Rp 4.200 per kilogram (Kg) seperti apa yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 24 tahun 2020.

Berdasarkan pemaparan Kementerian Pertanian (Kementan), Kabupaten Karawang adalah wilayah yang mengalami penurunan harga GKP yang paling parah, yakni Rp 3.000/Kg.

"Ini dikonfirmasi dengan data-data di lapangan, memang harga GKP sudah turun menjadi di bawah HPP. Di mana HPP sesuai Permendag itu harga GKP Rp 4.200/Kg. Harga jatuh di bawah Rp 4.200/Kg terjadi di 459 kecamatan, 85 kabupaten. Itu gambaran singkat perberasan," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi dalam webinar PDIP bertajuk 'Menyoal Impor Beras Adu Nasib Petani VS Pemburu Rente', Kamis (25/3/2021).

Ia mengatakan, memasuki panen raya memang harga GKP cenderung turun di bawah HPP. Bahkan, sebelum panen raya di bulan April mendatang, berdasarkan prediksi BPS, ada 1,64 juta hektare (Ha) sawah padi yang panen.

"Prediksi BPS potensi Maret 1,6 juta Ha, April 1,67 juta Ha, ini ternyata kami pantau dengan petugas lapangan, dilaporkan secara online ke Jakarta betul, bahwa harga GKP termasuk gabah kering giling (GKG) itu sudah turun di beberapa kabupaten," urai Suwandi.

Untuk menangani anjloknya harga GKP, Kementan dan Bulog sudah memulai penyerapan gabah di sejumlah wilayah. Pertama, di Banten sebanyak 35.000 ton gabah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton.

Kemudian, dilakukan juga penyerapan gabah di Maros sebanyak 2.000 ton, Kecamatan Terisi (Indramayu) 750 ton, Rembang 14.000 ton, Pati 16.000 ton, Barru 500 ton, Brebes 11.000 ton, dan Tegal 11.000 ton.

"Nah kita hadir menangani ini di samping fokus produksi, dan bagaimana supaya petani kita ditolong jangan sampai harga jatuh di bawah HPP," tandas dia.

Tonton juga Video: Pedagang Kopi Ini Cuma Mau Dibayar Pakai Gabah

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Bulog Pastikan Stok Beras di Parepare Aman Jelang Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(vdl/dna)