Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,4%, Kalah dari China dan Vietnam

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 09:46 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Dunia (World Bank/WB) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,4% di sepanjang tahun 2021. Hal ini masih sama seperti angka yang dilaporkan pada akhir tahun 2020.

"Di Indonesia pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan pulih menjadi 4,4% pada tahun 2021," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, AAditya Mattoo yang dikutip dari Laporan WB Edisi April 2021, Jumat (26/3/2021).

Aaditya menilai pertumbuhan ekonomi dunia masih belum merata, utamanya di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Berdasarkan laporan Bank Dunia, hanya China dan Vietnam yang ekonominya mampu tumbuh tinggi di tahun 2021.

Kedua negara ini, China dan Vietnam mengalami grafik pemulihan berbentuk huruf V, di mana output kedua negara tersebut saat ini telah melampaui tingkatan di saat sebelum pandemi.

Di negara-negara besar, output rata-rata berada di sekitar 5% di bawah tingkat sebelum pandemi. Dampak terparah dialami oleh negara-negara di kepulauan.

Kinerja perekonomian bergantung kepada efektivitas pengendalian virus, kemampuan memanfaatkan kebangkitan perdagangan internasional, dan kemampuan pemerintah di negara masing-masing dalam memberikan dukungan fiskal dan moneter.

"Saat ini kita semua membutuhkan kerja sama internasional lebih dari sebelumnya, untuk mengendalikan penyakit, mendukung perekonomian, dan 'menghijaukan' proses pemulihan," ucap Aaditya.

China dan Vietnam diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada tahun 2021, masing-masing sebesar 8,1% dan 6,6%, meningkat dari 2,3% dan 2,9% pada tahun 2020. Negara-negara besar lainnya yang terdampak lebih parah oleh krisis yang terjadi akan bertumbuh pada angka rata-rata 4,6%, sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum masa krisis.

Menurutnya, pemulihan diperkirakan terjadi dalam jangka waktu lebih lama terutama di negara-negara pulau yang bergantung kepada sektor pariwisata.

Laporan ini memperkirakan bahwa stimulus AS dapat menambahkan rata-rata 1 poin persentase bagi pertumbuhan ekonomi di negara-negara di kawasan ini pada tahun 2021 dan mempercepat pemulihan hingga rata-rata tiga bulan. Risiko terhadap kemungkinan ini adalah pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang terjadi secara perlahan, yang dapat memperlambat pertumbuhan sebesar hingga 1 poin persentase di beberapa negara.

Laporan ini menyerukan kepada negara-negara untuk mengambil tindakan mengendalikan penyakit, mendukung perekonomian, dan memastikan bahwa proses pemulihannya meliputi pertimbangan kelestarian lingkungan.

Simak juga video 'Cerita Sukses Sri Mulyani Pimpin Kemenkeu hingga Bank Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2