Ditunjuk Salurkan Investasi Dana Haji, PNM Targetkan 10 Juta Nasabah

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 20:48 WIB
PNM
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogykarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadikan Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero sebagai media investasi dana haji untuk mensejahterakan pelaku usaha mikro. PNM menargetkan 10 juta nasabah tahun ini untuk menyebarkan manfaat.

Kepala Pelaksana Badan BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, bahwa ini adalah pertama kali investasi BPKH yang terkait sektor riil, meskipun medianya melalui PNM. Di mana PNM menghadirkan reksa dana dan pihaknya memberikan financing kepada PNM yang nantinya PNM meneruskan ke penerima manfaat.

"Jadialhamdulilah ini suatu terobosan ya, investasi dana haji yang langsung dikaitkan dengan penerima manfaat yaitu adalah sektor riil," seusai acara Peluncuran InvestasiBPKH pada surat berharga Reksa Dana Syariah Penyertaan TerbatasPNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII di Pasar Gamping,Kapanewon Gamping, KabupatenSleman, Jumat (26/3/2021).

Anggito melanjutkan, untuk jumlah investasi pihaknya sekitar Rp 530 Miliar. Nantinya pemanfaatan dana itu sepenuhnya di tangan PNM.

"Jumlahnya Rp 530 Miliar, apakah mau sekali atau bertahap mereka yang tahu. Yang jelas bagi hasilnya kami terima dan manfaatnya langsung bisa dilihat di pedagang Pasar Ambarketawang (Pasar Gamping). Tapi di tempat lain juga ada, ada banyak pedagang yang mendapatkan manfaatnya," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PNM Persero Arief Mulyadi mengaku akan melaksanakan amanah dari BPKH. Bahkan, pihaknya telah menargetkan 10 juta nasabah aktif untuk menerima manfaat investasi dari BPKH.

"Apa yang diamanahkan oleh BPKH harus tumbuh, alhamdulilah ini saya ibaratkan tumbu ketemu tutup. Yang jelas ini jadi tugas prioritas kami, di tahun ini kami harus memiliki 10 juta nasabah aktif program PNM Mekar yaitu membina ekonomi keluarga sejahtera," ucapnya.

Menurutnya target itu akam tercapai bahkan melebihi target. Pasalnya hingga saat ini PNM mencatat ada swkitar 8,7 juta nasabah aktif.

"Alhamdulillah per hari ini ada 8.700.087, dibandingkan posisi bulan Desember hampir 1 juta. Ini sangat relevan dengan apa yang dikatakan pak Anggito, BPKH mengelola dana haji yang harus aman tapi juga harus tumbuh," katanya.

Terlebih, Arief menyebut Anggito bersama pengawas di BPKH diamanahi mengelola dana dan pastinya akan ditata l, diatur pada sektor-sektor yang bisa memberi kemaslahatan dan tetap memberikan keuntungan. Untuk itu pihaknya optimistis akan meraup lebih dari 10 juta nasabah di akhir tahun ini.

"Kami saat ini sedang mengelola 8 juta (nasabah) menuju 10 juta,insyaallah di Desember 2021 bisa tercapai 11 juta. Itu untuk para masyarakat pra sejahtera,"ucapnya.

Terlepas dari hal tersebut, Arief menyebut dukungan PNM kepada program nasional. Seperti halnya PNM mendistribusikan modal, dana haji yang dikelola oleh BPKH.

"Kami salurkan langsung bersama sumber dana lainnya ke 4540 Kecamatan, 437 Kabupaten/Kota di 34 provinsi," katanya.

"Ini bagian dari pemerataan kesempatan dan pemerataan masyarakat di berbagai pelosok bisa memanfaatkan dana ini. Untuk program mekar, sehari kami salurkan pembiayaan sekitar Rp 200 Miliar," imbuh Arief.

(ega/hns)