Gabah Basah Jadi Alasan Impor Beras, Petani Teriak Begini

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 27 Mar 2021 15:00 WIB
Sejumlah petani memanen padi di Cikarang, Jawa Barat. Meski panen kali ini terbilang cukup, tapi para petani ini tetap menjerit. Kenapa?
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjadikan musim hujan sebagai alasan impor beras. Meski RI sedang dalam masa panen, tapi kali ini dibarengi dengan musim hujan, mengakibatkan banyak gabah petani menjadi basah sehingga tidak bisa dijual ke Bulog lantaran tidak memenuhi standar kadar air.

Khawatir Bulog tak bisa memenuhi standar stok 1-1,5 juta ton beras per tahun karena permasalahan gabah basah tadi, Lutfi menilai Indonesia masih butuh beras impor demi mencukupi cadangan beras dan menjaga harga tetap stabil.

Hal itu, langsung dipatahkan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal KTNA Nasional Zulharman Djusman memang benar sebagian gabah petani hujan karena hujan, tapi hal itu tidak terjadi di semua daerah.

"Kalau memang kalkulasi dari Mendag ada beberapa daerah yang curah hujan tinggi mengakibatkan gabah ini kadar airnya tinggi, namun tidak semua wilayah seperti itu, hampir kebanyakan wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi apalagi, sekarang surplus terhadap beras premium, jadi beras yang bagus pun masih banyak bisa beredar untuk Bulog sendiri," ujar Zulharman kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Apalagi, sambung Zulharman, gabah yang basah masih bisa dikeringkan dengan cara tradisional atau pakai mesin pengiring padi (dryer).

"Sebenarnya tidak ada permasalahan kalau misalkan nanti petani masih menumpuk gabah di rumah atau gudang masing-masing, dan menunggu matahari, sehari dua hari secara tradisional, bahkan sebenarnya sekarang dryer dari pemerintah sudah banyak, nah ini sebenarnya sudah bisa menolong," sambungnya.

Untuk itu, menurut Zulharman tak ada alasan bagi pemerintah untuk menolak gabah dari petani.

"Tidak ada alasan untuk pemerintah untuk tidak menerima gabah petani," tegasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada impor beras sampai Juni.

"Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," ujar Jokowi dalam live pernyataan Presiden terkait impor beras, di Istana Merdeka, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden Jumat (26/3/2021).

(ara/ara)