Mau Tambah Ladang Kedelai, Mentan Pertimbangkan Pakai Lahan Hutan

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 16:45 WIB
Kemandirian Kedelai, Gizi dan Penurunan Kemiskinan
Foto: detik
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membuka opsi untuk menggunakan lahan hutan sebagai tempat penanaman kedelai. Dengan begitu diharapkan produksi kedelai meningkat dan lonjakan harga komoditas di pasar bisa dicegah.

Syahrul mengatakan penanaman kedelai di kawasan hutan mulai dilakukan jika petani dan lahannya sudah siap. Sayangnya, dia tidak menyebut di mana lokasi yang akan menjadi tempatnya.

"Sepanjang sudah clear, petaninya clear, lahan clear, kami akan masuk. Kita 270 juta lebih (jumlah penduduk), kita butuh, apalagi kalau bisa masuk ke lahan tertentu," kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (29/3/2021).

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian sedang mempercepat produksi dalam waktu 200 hari untuk meningkatkan pasok kedelai dengan cara memperbanyak jumlah lahan yang ditanami. Program berjalan sejak awal tahun setelah terjadi peningkatan harga.

Meski begitu, terdapat beberapa tantangan dalam produksi kedelai salah satunya serangan hama. Di musim hujan, tantangan ini pun lebih berat karena lahan kedelai rentan diserang tikus.

"Karena kita punya varietas di bawah kurang lebih 50 cm, sementara kedelai sangat menarik bagi tikus, apalagi hujan, ini menjadi tantangan," katanya.

Kedelai dalam negeri diakui masih kalah dari segi kualitas dibanding kedelai impor. Hal itu karena kedelai impor menggunakan teknologi tertentu dalam peningkatan kualitasnya.

"Kedelai kita dibandingkan kedelai Amerika Serikat tentu saja kita masih kalah. Mereka sudah pakai rekayasa genetika, tapi ini dilarang FAO (organisasi pangan dan pertanian)," ujarnya.



Simak Video "Ini Negara Pemasok Kedelai ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/dna)