Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Dipatok Tak Sampai Rp 180.000/Kg

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 21:00 WIB
Harga daging sapi segar di pasar tradisional DKI Jakarta stabil tinggi di angka Rp 120.000/kg. Jelang Lebaran kali ini, harga daging akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat pasokan berkurang sedangkan permintaan yang masih tinggi. Seorang pembeli memilih daging di Pasar Tradisional Majestik, Jakarta Selatan, Selasa (30/06/2015). Harga Daging sapi di tingkat pedagang di Pasar Tradisonal Majestik, Jakarta, bertahan Rp120 ribu per kilogram (kg). Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah akan datang tak lama lagi. Belum memasuki Ramadhan dan Idul Fitri atau Lebaran, harga daging sapi di wilayah DKI Jakarta sudah melambung di kisaran Rp 126.000-130.000 per kilogram (Kg).

Bulan puasa dan Lebaran sendiri adalah periode dimana permintaan daging sapi melonjak, yang menyebabkan harga juga melambung. Lalu, dengan harga yang sudah tinggi, berapa harga daging sapi nantinya di bulan puasa dan Lebaran?

"Terkait harga, kami pernah berdiskusi dengan Pak Asnawi (Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Daging Indonesia/APDI), mohon bisa Rp 135.000/Kg," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra dalam webinar HIPMI, Senin (29/3/2021).

Dalam diskusi yang bertajuk 'Mahalnya Harga Sapi dan Kerbau, Apa Solusinya?' tersebut, sempat muncul prediksi harga daging sapi bisa tembus Rp 180.000/Kg menjelang Lebaran. Namun, Syailendra menepisnya.

"Kalau Rp 180.000/Kg tidaklah, masa iya sampai segitu. Kita ingin harga di Rp 135.000-140.000/Kg," tegasnya.

Ia mengatakan, pemerintah sudah memastikan pasokan daging sapi ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya akan segera datang. Dengan demikian, tak perlu ada kekhawatiran kurang stok yang menyebabkan harga melambung tinggi.

"Minimal dari 2 provinsi yang saya keliling betulan, itu sapi luar biasa banyaknya, jadi nggak perlu takut. Cuma persoalan mobilisasi saja. Makanya saya mengajak Pak Harry (Dirut Berdikari), dan Pak Dirjen PKH (Kementan) juga mengajak Pak Harry terus sebagai off taker. Kalau ada apa-apa, karena jujur saja yang kita amankan untuk rakyat Jabodetabek, Bandung Raya," terang Syailendra.

Di sisi lain, menurut Syailendra Perum Bulog akan merealisasi impor 14.000 ton daging kerbau dari India pada bulan Mei 2021. Ia berharap, impor tersebut bisa masuk sebelum Lebaran yang jatuh pada pertengahan bulan Mei. Dengan demikian, kenaikan harga daging sapi bisa dikendalikan.

"Kemudian Bulog, hasil koordinasi kami dari 80.000 ton penugasan, informasinya akan masuk 2.722 ton di Maret, April 20.000 ton, dan Mei 14.000 ton. Tapi Mei ini kita berharap akan masuk sebelum hari raya, karena kalau lewat ya sudah lewat momennya. Ini sangat-sangat membantu untuk menyeimbangkan harga pasar," pungkas dia.

(vdl/eds)