Kapal Nyangkut di Terusan Suez Bebas, Logistik Dunia Masih Kacau Balau

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 10:52 WIB
In this photo released by Suez Canal Authority, the Ever Given, a Panama-flagged cargo ship is accompanied by Suez Canal tugboats as it moves in the Suez Canal, Egypt, Monday, March 29, 2021. Salvage teams on Monday set free a colossal container ship that has halted global trade through the Suez Canal, bringing an end to a crisis that for nearly a week had clogged one of the worlds most vital maritime arteries. (Suez Canal Authority via AP)
Foto: Suez Canal Authority via AP
Jakarta -

Kapal kontainer raksasa yang telah memblokir Terusan Suez selama hampir seminggu berhasil bebas. Kini jalur perdagangan bagi ratusan kapal yang menunggu untuk mulai transit di arteri perdagangan telah terbuka lagi.

Dikutip dari CNN, Selasa (30/3/2021) Sekarang ada 367 kapal termasuk 35 kapal tanker minyak mentah dan 96 kapal kontainer untuk menggunakan jalur tersebut. Saat lalu lintas mulai bergerak lagi, perlu waktu berhari-hari untuk menyelesaikan backlog dan tetap akan menunda pengiriman barang ke pelanggan.

Krisis pengiriman bahan mentah, suku cadang dan produk lainnya disebut belum berakhir. Sebelum kapal Ever Given kandas, terganggunya pengiriman telah dirasakan pada bisnis sepeda olahraga hingga keju.

Perusahaan penjual perabotan rumah tangga IKEA mengaku telah terkena imbas macetnya jalur Terusan Suez. Sebab salah satu produk IKEA ada di dalam salah satu kapal yang ikut mengantre di jalur itu. IKEA harus menunggu kapal kontainer yang nyangkut terlepas.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa ada kontainer dengan produk IKEA di kapal yang menunggu untuk melintas dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan melalui Terusan Suez," kata juru bicara perusahaan.

Perusahaan pengiriman peti kemas terbesar di dunia, Maersk mengatakan dibutuhkan waktu enam hari atau lebih untuk membersihkan tumpukan kapal di kanal setelah Ever Given dibebaskan. Tergantung pada keamanan dan faktor lainnya dan bisa berdampak langsung bagi bisnis.

"Bahkan ketika kanal dibuka kembali, efek riak pada kapasitas dan peralatan global sangat signifikan dan penyumbatan telah memicu serangkaian gangguan lebih lanjut dan kemacetan dalam pengiriman global yang bisa memakan waktu berminggu-minggu, mungkin berbulan-bulan, untuk terurai," kata perusahaan itu.

Maersk sendiri memiliki tiga kapal terjebak di Terusan Suez dan 29 lainnya menunggu untuk masuk. Perusahaan pun telah mengarahkan 15 kapal di sekitar Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika. Namun pengalihan itu menambah hari dan biaya untuk perjalanan kapal.



Simak Video "Pengiriman Logistik Dunia Semrawut Meski Ever Given Sudah Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)