Ekonomi RI Sudah Kebal Hadapi Teror Bom?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 10:59 WIB
International Monetary Fund (IMF) ramal pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 1,5% pada tahun ini. Kondisi itu terjadi salah satunya akibat pandemi COVID-19.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan bikin geger. Namun, ekonom meyakini hal itu tidak akan terlalu berdampak terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai dampak bom tersebut terhadap ekonomi hanya bersifat lokal.

"Saya kira kalau di nasional mungkin belum karena indikasinya Polri cepat menangani ini dengan baik. Tapi tentu saja pada tingkat lokal pasti akan terganggu walaupun tidak besar, masih di tingkat regional terutama di Makassar dan sekitarnya agak terganggu," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya publik akan mempersepsikan daerah yang diteror bom belum aman. Kemudian, keyakinan investor juga akan berkurang bila teror bom di Indonesia terus berulang.

"Kalau persepsi turun otomatis minat investor ke kita juga sedikit terganggu. Kalau langsung ke dampak ekonomi apakah katakanlah konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, ekspor-impor saya kira belum, tapi hanya persepsi investor untuk investasi saja yang sedikit terganggu terutama di level lokal," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS ) Yose Rizal Damuri juga menganggap bom di Makassar tidak akan berdampak terhadap ekonomi.

"Kan pertama perekonomian yang mungkin terganggu juga kecil. Yang kedua ini kan sifatnya temporer. Yang ketiga Indonesia juga kan sebenarnya sudah mengalami berbagai hal ini sudah selama 20 tahun. Dan kita sebenarnya sudah berhasil untuk mengurangi berbagai aktivitas terorisme ini," jelasnya.

Simak video 'Sandiaga Sesalkan Aksi Terorisme, Khawatir Safety Index di RI Turun!':

[Gambas:Video 20detik]