Sri Mulyani Sebut Menjadikan RI Maju Tak Seperti Kisah Roro Jonggrang

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 15:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal menjadikan Indonesia negara maju. Menurut Sri Mulyani Indonesia memiliki visi menjadi negara maju pada 2045, dan untuk mencapai ke sana diperlukan berbagai hal.

Dia juga mengaitkan upaya menjadikan Indonesia maju dengan cerita rakyat, Roro Jonggrang. Dalam kisah tersebut, Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam jika ingin mempersunting dirinya.

"Untuk mencapai ke sana kita semua tahu tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Walaupun kita mungkin dari kecil terutama teman-teman yang familiar dengan berbagai macam cerita tentang Candi Roro Jonggrang, yang bisa dibuat dalam waktu semalam, mencapai Indonesia maju tidak seperti Candi Roro Jonggrang," kata dia dalam webinar, Kamis (1/4/2021).

Sri Mulyani menjelaskan dibutuhkan berbagai elemen untuk membawa Indonesia sebagai negara maju, yaitu manusia, institusi, infrastruktur, teknologi dan sumber daya termasuk keuangan negara.

"Bagaimana kita membangun kualitas SDM kita, bagaimana kita terus membangun infrastruktur kita, bagaimana kita harus terus mampu tidak hanya mengadopsi, menggunakan, namun menjadi inventor dari teknologi," ujarnya.

Lalu sektor publik seperti birokrasi juga harus terus diperbaiki kualitasnya, mulai dari sisi produktivitas, pelayanan, hingga tata kelola.

Upaya dalam menata ruang atau wilayah sebagai negara kepulauan juga harus dilakukan. Sebab, sebetulnya lautan Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar. Kemudian yang tak kalah pentingnya bagaimana menggunakan sumber daya ekonomi termasuk keuangan secara baik.

"Ini lima persyaratan yang harus dipenuhi supaya kita bisa mencapai Indonesia maju," sebut Sri Mulyani.

"Dan ini tidak hanya prasyarat untuk Indonesia saja, semua negara kalau ingin menjadi high income country (negara berpendapatan tinggi), advance country, sejahtera dan adil tentunya mereka harus menyiapkan dengan strategi policy seperti yang sudah tadi saya sampaikan," tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

(toy/hns)