Panen Raya di Sumsel, Mentan Minta Bulog Serap Gabah Petani

Inkana Putri - detikFinance
Sabtu, 03 Apr 2021 18:45 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengawal panen raya padi dan gerakan serap gabah petani di seluruh daerah.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengawal panen raya padi dan gerakan serap gabah petani di seluruh daerah. Kali ini, panen raya padi dan serap gabah dilakukan di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Dia menyampaikan upaya masif tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan hasil panen sehingga stok beras nasional terjamin dan harga gabah/beras petani saat panen raya tetap stabil.

"Pertanian adalah menjadi jawaban dari aktivitas-aktivitas pemerintah yang secara kasat mata meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hari ini bersama Pak Gubernur membuktikan bahwa pertanian begitu keras didorong pemerintah dan produktivitasnya cukup bagus," ujar Syahrul dalam keterangannya, Sabtu (3/4/2021).

"Lalu bagaimana serapanya? Kita dorong semua stakeholder yakni Bulog, PT. RNI dan penggilingan serta pihak swasta untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah)," imbuhnya.

Syahrul menyampaikan pemerintah juga tak hanya mengawal pada tahap peningkatan produksi, melainkan pada penanganan pasca panen. Adapun penanganan tersebut meliputi dryer dan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan sehingga hasil beras petani berkualitas tinggi dan mudah diserap dengan harga yang menguntungkan. Dengan demikian, secara bertahap kesejahteraan petani dan sektor pertanian semakin maju sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, tidak hanya budidaya kita dorong, tapi juga pasca panennya salah satunya kualitas RMU sehingga beras yang dihasilkan dalam packaging dan kualitas yang bagus dan juga harganya tidak di luar HPP," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul menyebut untuk memajukan pertanian tentunya memerlukan kerja sama seluruh elemen. Terlebih saat ini Indonesia sedang mengalami musim panen raya.

"Sebab membangun pertanian itu tidak bisa sendiri-sendiri. Memang saat ini produksi pertanian seluruh Indonesia lagi melimpah karena panen raya, tentu saja kita terus menjaga agar harga gabah/beras petani termasuk di OKU Timur ini tetap dalam koridor pengendalian harga," jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan pemerintah juga akan terus membantu petani mulai dari mempermudah pemenuhan kebutuhan prasarana dan sarana produksi padi hingga penanganan pasca panen. Oleh karena itu, Kementan terus bekerja sama dengan perbankan dalam hal penyediaan fasilitas permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Selain bantuan bersumber dari dana APBN, Kementan bersama perbankan menyediakan fasilitas KUR untuk meningkatkan produksi dan secara mandiri melakukan pengembangan usaha tani dengan skala ekonomi tertentu yang menguntungkan," paparnya.

Di sisi lain, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kunjungan Syahrul ke Kabupaten OKU Timur untuk memberi semangat kepada petani untuk memajukan pertanian. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi solusi bagi pertanian terkait serap gabah saat musim panen raya.

Herman menjelaskan produksi padi Sumsel tahun 2020 mencapai 2,74 juta ton GKG atau setara 1,57 juta ton beras dan terjadi surplus 622.306 ton beras. Sedangkan untuk potensi panen Januari-April 2021 di Sumsel, yakni seluas 405.404 hektare dan luas panen bulan April mencapai 84.216 hektare.

"Harga gabah/beras memang fluktuatif meskipun ada HPP. Produksi padi kita tingkatkan dan hasilnya produksi padi di Sumsel tinggi. Ini adalah keberhasilan program Pak Menteri dan kita sangat mengapresiasinya. Untuk menjamin harga gabah saat musim panen raya, kami menyambut baik dan mengawal kebijakan Pak Menteri agar Bulog membuka selebar-lebarnya gudang agar menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP," paparnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengawal panen raya padi dan gerakan serap gabah petani di seluruh daerah.Panen Raya di Sumsel, Mentan Dorong Bulog dan BUMN Serap Gabah Petani Foto: Dok. Kementan

Sementara itu, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah menyebut Kabupaten OKU Timur kini menjadi sentra produksi padi nasional dengan produktivitas tertinggi di Sumsel.

Di tahun 2020, produktivitas OKU Timur mencapai 6,36 ton per hektare dengan produksi padi 633.628 ton gabah kering giling atau setara 403.938 ton beras. Selain itu, di tahun 2020 terjadi surplus beras sebesar 341.603 ton, sedangkan untuk luas panen Januari-April 2021 mencapai 70.649 hektare.

"Dan kami mengapresiasi dukungan nyata Bapak Menteri Pertanian dalam menstabilkan harga saat masa panen raya ini dengan mendorong Bulog dan BUMN lainnya untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP. Kita berharap, masa panen raya ini harga tidak anjlok," ungkapnya.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan panen raya padi merupakan hasil budidaya indek pertanaman (IP) 200 atau tanam dua kali setahun. Di tahun 2021, Kementan bersama pemerintah daerah mulai menerapkan budidaya padi IP 300 untuk meningkatkan produksi beras.

"Sesuai arahan Mentan SYL, Kementan harus terus tingkatkan produktivitas, stok beras dan menjamin harga. Karena itu, usai panen raya ini dilanjutkan kegiatan penanaman padi musim tanam II. Kementan menyediakan bantuan benih, alat mesin pertanian, pupuk, pestisida serta fasilitas dana KUR sehingga petani bisa mandiri, tidak alami kendala dan produksi padi tercapai," jelasnya.

Suwandi juga menyebut gerakan serap gabah mulai dilakukan Kementan sejak Maret 2021 sehingga kontraksi harga gabah/beras pada musim panen raya sudah diminimalisir sejak awal.

Oleh karena itu, ia mengaku optimis serap gabah di Sumsel khususnya Kabupaten OKU Timur berjalan lancar. Terlebih OKU Timur memiliki 3 penggilingan padi atau Kostraling yang bermitra dengan Bulog.

"Kapasitas gilingnya mencapai 7 hingga 8 ton per jam. Kostraling ini sesuai arahan Menteri Pertanian SYL menjadi Bulog kecil sehingga stok beras pada panen raya padi ini benar-benar terjaga dan harga gabah/beras petani menguntungkan. Kostraling didukung permodalan KUR dari perbankan," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI, Pecha Leanpuri. Selain kegiatan panen raya dan serap gabah, dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman kesanggupan menyerap gabah/beras petani oleh Komando Strategi Penggilingan (Kostraling), Perum Bulog, PT. RNI dan Bank Sumsel Babel.

Dalam nota kesepahaman tersebut, pada periode April-Juni 2021, Kostraling sepakat menyerap gabah petani 4.800 ton, setara 3.048 ton beras. PT. RNI sepakat menyerap gabah 500 ton per bulan dan Perum Bulog menyerap gabah sebesar 80 ribu ton, setara 50 ribu beras dan adapun peran perbankan yakni Bank Sumsel Babel menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk Kostraling guna menunjang kegiatan budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil terpadu.

Adapun besar bantuan yang digelontorkan Kementan untuk Provinsi Sumsel senilai Rp 122,6 miliar dan Kabupaten OKU Timur 14,9 miliar. Bantuan berupa benih, pupuk, alat mesin pertanian modern untuk pra dan pasca dan bantuan lainnya.

(akd/hns)