Bukan Cuma Bikin Bengkel Pesawat, Ini Jurus Ramaikan Bandara Kertajati

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 04 Apr 2021 17:58 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka, masih terus menjadi pembahasan banyak orang karena kondisinya yang sepi. Begini penampakan sepinya bandara tersebut.
Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka diterpa kabar miring sejak awal pengoperasiannya. Kabar bandara kebanggaan Jawa Barat itu sepi tak dapat disangkal karena tak banyak pesawat yang lalu-lalang di sana.

Untuk membuat Bandara Kertajati lebih berdenyut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengoptimalkan fungsinya melalui beberapa perencanaan.

Jurus pertama adalah mengembalikan sebagian penerbangan dari Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat ke Bandara Kertajati. Tujuannya untuk menata kembali rute penerbangan di kedua bandara itu. Langkah tersebut juga dapat mengurangi kepadatan di Bandara Husein Sastranegara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto memaparkan berupaya memperlancar proses penataan rute terhadap dua bandara tersebut.

"Kami telah meminta kepada stakeholder terkait untuk mempersiapkan sarana dan prasarana bandara, penyesuaian izin bagi Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, penataan rute dan koordinasi perubahan slot penerbangan," kata Novie melalui keterangan tertulis, Minggu (4/4/2021).

Setelah penataan rute penerbangan tersebut selesai, dia menjelaskan seluruh stakeholder penerbangan wajib mensosialisasikan secara intensif kepada masyarakat terkait penataan rute tersebut. Dengan demikian masyarakat dapat terinformasikan secara baik.

Langkah kedua, Kemenhub akan mengoptimalkan konektivitas antara Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Kedua infrastruktur transportasi itu diharapkan dapat menstimulir arus barang jasa dan logistik di kawasan industri di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Konektivitas tersebut diyakini akan lebih lancar ketika jalur akses Tol Cisumdawu mulai beroperasi.

"Bandar Udara Kertajati belum berfungsi optimal karena akses Tol Cisumdawu yaitu jalan tol dari Bandung ke bandara hingga saat ini masih belum rampung. Namun demikian, Kementerian PUPR sudah menyampaikan bahwa kemungkinan besar Desember 2021 akan selesai dan terhubung. Artinya pergerakan penumpang di Kertajati akan menjadi lebih baik setelah Desember 2021," jelasnya.

Selain pembangunan Tol Cisumdawu, langkah ketiga yang dilakukan pemerintah untuk Bandara Kertajati, yaitu akan memberangkatkan calon jamaah haji dan umroh asal Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan dan barat.

"Sesuai dengan arahan Presiden, bahwa nanti setidaknya keberangkatan para calon jamaah haji dan umroh yang berasal dari Jawa Barat maupun beberapa wilayah Jawa Tengah nantinya akan dikonsentrasikan di Bandar Udara Kertajati," paparnya.

Baru yang terakhir Kemenhub akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat atau Maintenance Repair Overhaul (MRO). Itu dilakukan untuk mengembangkan bisnis non penumpang di bandara tersebut.

Kemenhub telah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat milik TNI di Bandara Kertajati. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk untuk membuka pusat pemeliharaan/perawatan pesawat di sana.

"Presiden Jokowi juga memberikan instruksi agar tak hanya pesawat milik TNI saja yang melakukan perawatan di Bandar Udara Kertajati ini, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, BNPB, Kemenhub hingga Kepolisian", tutupnya.



Simak Video "Tol Cisumdawu, 'Jalan Pintas' Bandung ke Bandara Kertajati"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)