Ide Gila Bisnis Streaming Bikin Mark Cuban Jadi Tajir Melintir

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 14:11 WIB
Mark Cuban
Mark Cuban/Foto: Reuters
Jakarta -

Miliarder Mark Cuban menghadapi banyak kritikan dari berbagai pihak karena bisnis streamingnya. Namun, bisnis itu kini membuatnya mengantongi pundi-pundi uang sehingga bisa menjadi seorang miliarder.

Pada pertengahan 1990-an, tepat sebelum tren dot-com, Mark Cuban didekati oleh temannya bernama Todd Wagner. Dia menawarkan sebuah ide bisnis steaming audio berbasis internet. Menurut Wagner bisnis itu akan menguntungkan.

Dengan latar belakang keduanya gemar olahraga, pada 1995 Wagner dan Cuban menciptakan AudioNet sebagai streaming olahraga berbasis audio, yang kemudian menjadi Broadcast.com. Pada saat itu, internet adalah konsep yang sangat baru bagi kebanyakan orang, sehingga Cuban dan Wagner menghadapi banyak kritik bahkan dianggap gila.

"Saat saya memberi tahu orang-orang tentang visinya, mereka akan berkata, 'Kamu gila. Saya akan menyalakan TV saya. Saya akan nyalakan radionya saja," kata Cuban dikutip dari CNBC, Senin (5/4/2021).

Tapi berbagai kritikan itu tidak masalah bagi Mark Cuban. Dia percaya bisnisnya itu akan kuat dan menguntungkan. Cuban juga sangat yakin streaming online bisa menggantikan televisi. Keyakinan itu didukung dengan melihat kebutuhan komputer yang diperkirakan terus menguat.

Setelah para pendiri mulai memasarkan, Cuban melihat permintaan yang meningkat dari mereka yang ingin mendengarkan pertandingan olahraga atau musik selama hari kerja mereka.

"Saya melihat dengan sangat cepat bahwa adopsi pengguna sangat besar," kata Cuban.

Hingga kemudian kemampuan Broadcast.com meningkat dengan menambah akses video. Penambahan itu pun menambah keuntungan besar bagi perusahaan.

"Saya tahu bahwa siapapun yang ingin menonton atau mendengarkan pertandingan Mavericks, saya memiliki jalan yang paling baik, kata Cuban

Pada tahun 1999, Broadcast.com diakuisisi oleh Yahoo senilai US$ 5,7 miliar dalam bentuk saham. Pengalaman tersebut membuat Mark Cuban lebih berpikir terbuka dan mempercayai keberaniannya untuk berinvestasi di perusahaan atau membuat ide yang mungkin dianggap gila oleh orang lain lagi.

(ara/ara)