Sri Mulyani Bicara Soal Riba dan Utang, Apa Katanya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 13:56 WIB
Riba
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Isu riba selalu dimunculkan ketika ada pembahasan terkait utang atau kredit. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun ikut memberikan tanggapan terkait hal itu.

Sri Mulyani mengatakan, jika riba berkaitan dengan bunga yang diterapkan, padahal saat ini suku bunga global mendekati 0% atau bahkan negatif di beberapa negara di Eropa.

"Pembahasan soal isu riba, pinjaman ini sering kali dimunculkan. Seolah kalau bicara utang identik dengan riba," kata dia dalam diskusi virtual, Selasa (6/4/2021).

Kemudian dia mengungkapkan jika bunga nol persen atau negatif disebut riba, maka informasi tersebut tidak lengkap.

"Karena kalau disebut riba, anda megeksploitasi mengenai asymetric information. Sisi yang lain informasinya tidak lengkap dibanding sisi yang satunya," tambah dia.

Menurut dia dalam Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah nomor satu. Sehingga sesuatu yang dinilai tidak adil tersebut harus dikoreksi.

Dia juga menyampaikan bahwa pinjam-meminjam adalah sesuatu yang dibolehkan dalam Al-Quran. Namun harus dilakukan secara terukur, dicatat, dan digunakan secara prudent atau hati-hati.

"Di dalam Quran, pinjam-meminjam boleh, tapi harus diadministrasikan, dicatat dengan baik, digunakan secara hari-hati," tambah dia.

Sri Mulyani mengharapkan hal-hal tersebut bisa menjadi pembahasan bagi para ekonom Islam, yang memiliki kemampuan teknis analisis dan kontribusi di dalam perekonomian Indonesia.

"Saya berharap nilai yang bisa menjadi tempat bagi kita untuk berkomunikasi, berdiskusi, mencari ikhtiar komunikasi bagi bangsa Indonesia," jelas dia.

(kil/das)