IMF Prediksi Ekonomi AS Tumbuh 6,4% Gara-gara Stimulus Joe Biden

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 12:39 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memprediksi paket stimulus dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan vaksinasi COVID-19 mempercepat laju pertumbuhan ekonomi AS dan global. Meski beberapa negara harus masih berjuang dari keterpurukan pandemi COVID-19.

IMF mengungkap pertumbuhan ekonomi AS mencapai 6,4% tahun ini. Angka itu melampaui angka sebelum pandemi dan naik 1,3% dari perkiraan Januari. Sementara ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 6%, meningkat 0,5% dari proyeksi sebelumnya.

"Dengan US$ 1,9 triliun, paket fiskal baru pemerintahan Biden diharapkan memberikan dorongan kuat untuk pertumbuhan di Amerika Serikat pada 2021 dan memberikan dampak positif yang cukup besar kepada mitra dagang," kata IMF dikutip dari CNN, Rabu (7/4/2021).

IMF mengungkap tanda-tanda pemulihan AS semakin cepat. Seperti yang baru-baru ini terjadi, pengusaha AS menambahkan 916.000 pekerjaan di bulan Maret, kenaikan terbesar sejak Agustus. Sektor manufaktur AS juga melejit, dengan Indeks Manufaktur ISM baru-baru ini membukukan hasil terbaiknya sejak 1983.

Dengan tanda-tanda itu, IMF mengharapkan ekonomi AS tahun ini berada di tingkat pertumbuhan tahunan tercepat sejak 1984 yang saat itu dipimpin oleh Presiden AS, Ronald Reagan. Tetapi banyak negara lain harus menunggu hingga 2022 atau 2023 untuk pemulihan.

"Pemulihan multispeed sedang berlangsung di semua wilayah dan semua sektor pendapatan, terkait dengan perbedaan mencolok dalam kecepatan peluncuran vaksin, tingkat dukungan kebijakan ekonomi, dan faktor struktural. Semua itu ketergantungan dengan pariwisata," kata Direktur Penelitian IMF, Gita Gopinath.

IMF mengharapkan adanya pertumbuhan 4,4% di 19 negara Eropa saat masuk gelombang baru COVID-19 yang telah memaksa Jerman, Prancis, dan Italia untuk memperketat perbatasan.

Pertumbuhan ekonomi beberapa negara di Asia diprediksi akan lampaui ekonomi AS. IMF mencontohkan China sebagai satu-satunya ekonomi utama yang menghindari resesi tahun lalu. Negara itu diproyeksi tumbuh 8,4% pada 2021 jauh lebih kuat dari perkiraan resmi negara itu yang lebih dari 6%. Output di India akan meningkat 12,5% pada tahun fiskal hingga Maret 2022.

Simak Video: Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)