Joe Biden Mau Guyur Rp 29.000 T buat Infrastruktur, Siap-siap Pajak Naik!

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 13:00 WIB
President Joe Biden speaks about the shooting in Boulder, Colo., Tuesday, March 23, 2021, in the State Dining Room of the White House in Washington. (AP Photo/Patrick Semansky)
Presiden AS Joe Biden/Foto: AP/Patrick Semansky
Jakarta -

Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Jennifer Granholm mengungkapkan Presiden AS Joe Biden akan tetap mendorong rencana infrastruktur senilai US$ 2 triliun setara Rp 29.000 triliun (kurs Rp 14.500) meskipun tidak mendapat dukungan dari Partai Republik.

Sebelumnya, Biden berharap rencana itu bisa direstui oleh Partai Republik. Namun, jika tidak mendapatkan dukungan, Biden akan menggunakan strategi prosedural yang disebut rekonsiliasi agar Partai Demokrat meloloskan rencana itu di Senat.

"Seperti yang dia katakan, dia dikirim ke kursi kepresidenan untuk membangun AS. Jika sebagian besar orang AS, Demokrat, dan Republik, di seluruh negeri tidak mengizinkan kita kalah bersaing secara global, maka Biden akan tetap melakukannya," katanya, dikutip dari Reuters, Senin (5/4/2021).

Granholm mengatakan rencana itu telah mendapatkan dukungan dari orang AS. Bahkan beberapa pejabat senior pemerintahan Biden mempromosikan rencana tersebut di acara berita televisi pada hari Minggu.

Pemimpin Senat Partai Republik Mitch McConnell mengatakan rencana investasi untuk infrastruktur dari Joe Biden sangat berani. Tetapi menurutnya, akan menaikkan pajak dan meningkatkan utang. Dia bersumpah untuk melawannya di setiap langkah.

Selain itu, Senator Republik Roy Blunt mendesak Biden untuk mengurangi rencana tersebut jika menginginkan dukungan Partai Republik. Blunt mengatakan dia yakin dengan jumlah yang lebih kecil, sekitar US$ 615 miliar akan lebih mendapatkan dukungan.

Rencana Joe Biden diprediksi menaikkan tarif pajak penghasilan perusahaan menjadi 28% dari 21%. Pendahulunya, Donald Trump dan anggota parlemen Republik memangkas suku bunga perusahaan dari 35% menjadi 21% pada 2017.

Trump berulang kali berjanji untuk mengatasi infrastruktur negara yang runtuh selama masa kepresidenannya tetapi tidak pernah memenuhi itu.

Simak juga video 'Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)