Buset! Orang RI Habiskan Rp 164 T buat Liburan ke Luar Negeri

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 14:15 WIB
Australia tawarkan warganya penerbangan setengah harga ke tempat liburan demi dongkrak pariwisata di tengah pandemi
Foto: BBC World
Jakarta -

Setiap tahunnya jutaan orang Indonesia berlibur ke luar negeri. Jumlah orang Indonesia yang liburan ke luar negeri itu meningkat setiap tahunnya dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2019 sebelum adanya pandemi COVID-19, 11,32 juta orang Indonesia yang liburan ke luar negeri.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), 11,32 juta orang itu menghabiskan uang sampai US$ 11,32 miliar atau setara Rp 164 triliun (kurs Rp 14.568) ketika berlibur ke luar negeri. Namun, ketika pandemi melanda, orang-orang yang biasa berlibur ke luar negeri itu terpaksa harus menunda rutinitas tahunannya.

Oleh sebeb itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho melihat kondisi ini harus dimanfaatkan oleh negara. Orang-orang tersebut perlu didorong untuk berlibur di dalam negeri, terutama ke Bali.

"Jadi bagaimana 11 juta orang ini kita tarik kembali dengan cara asumsinya 25% kembali, saya kira orang-orang di Jakarta mau ke luar nggak boleh, takut, kecuali ke Turki yang selalu dibuka. Jadi kita harus ambil itu. UNWTO dan OECD selalu bilang domestic market. China, Amerika, India itu mendorong domestic market. Indonesia mestinya sama. Ada 11 juta orang yang biasa ke luar negeri, kenapa mereka nggak ke Bali?" kata Trisno dalam Bali Investment and Economic Forum 2021, Kamis (8/4/2021).

Dalam analisis skenario yang disusunnya, jika 25% atau 2,9 juta dari total turis Indonesia yang biasa liburan ke luar negeri bisa didorong untuk ke Bali, maka setidaknya akan menutupi 47% dari total wisatawan mancanegara (wisman) yang biasa berlibur ke Bali. Lalu, turis Indonesia itu juga bisa menutupi 37% dari devisa yang biasanya diperoleh dari para wisman di Bali.

Akan tetapi, untuk bisa bertahan sampai nanti wisman bisa berlibur ke Bali, sebanyak 75% atau 8,8 juta turis Indonesia harus didorong berlibur ke Pulau Dewata. "Jadi kalau kita bisa lakukan 75%, cukup lumayan buat Bali bertahan sampai menunggu wisman datang ke Bali," ungkap Trisno.

Untuk bisa mendorong tumbuhnya jumlah turis Indonesia ke Bali, perlu didorongnya jumlah ketersediaan transportasi, terutama pesawat untuk ke Bali.

"Rekan-rekan kami dari Jakarta pun berebut ke Bali, karena pesawatnya masih terbatas, walaupun Garuda itu badannya lebar, tapi masih susah ke Bali," tandas Trisno.

Lihat juga Video: Liburan saat Pandemi, Dwi Sasono dan Widi Mulia Ekstra Hati-hati

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/fdl)