Soal Viral 'Dizalimi BUMN', Bos Waskita: Dana Terbatas, Kami Minta Waktu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 18:41 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Informasi mengenai vendor lokal 'dizalimi BUMN' belakangan hangat dibahas di jagat maya Twitter. Salah satu persoalan yang disorot ialah molornya pembayaran kewajiban BUMN selaku pemberi kerja.

Apa kata BUMN karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk?

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengakui, keterlambatan ini karena masalah keterbatasan dana. Meski demikian, pihaknya berjanji tetap memenuhi kewajiban.

"Ya, boleh dipastikan kami juga melakukan penundaan dalam hal pembayaran karena keterbatasan dana yang ada, tapi kami tetap akan memenuhi kewajiban kami. Kami hanya minta waktu, kami juga memohon kepada kreditur supaya diberikan kelonggaran untuk pengembaliannya itu," katanya dalam webinar, Kamis (8/4/2021).

Dia mengatakan, jika divestasi berjalan sukses maka pihaknya akan segera menunaikan kewajibannya. Tahun ini, Waskita berencana melepas 9 ruas tol.

"Kalau divestasi terjadi maka kami akan bisa mengurangi beban bunga, dan tentunya kami bisa menggunakan lagi untuk modal kerja, modal kerja ini sambungannya adalah kewajiban kami kepada para vendor," katanya.

Ia pun mengucap terimakasih kepada para vendor yang masih setia membantu Waskita.

"Kami juga terima kasih sebagian besar dari vendor-vendor ini juga masih setia dan membantu Waskita untuk bisa menyelesaikan proyek-proyeknya," katanya.

(acd/das)