Harga Emas Turun Terus, Waktu yang Tepat Buat Nyerok?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 13:10 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Harga emas terus mengalami penurunan. Padahal selama masa pandemi mengguncang perekonomian, emas sempat menyentuh rekor tertingginya.

Saat ini harga emas telah jauh meninggalkan level rekor tertingginya. Lalu apakah ini waktu yang tepat untuk membeli emas?

Di dalam negeri emas Antam hari ini turun Rp 2.000 per gram ke posisi Rp 924.000 per gram. Sementara untuk pasar dunia harga emas saat ini turun tipis 0,17% ke level US$ 1.729 per ons.

Pengamat Komoditas Ariston Tjendra memprediksi tren penurunan harga akan terus berlanjut hingga harga emas menyentuh level US$ 1.600 per ons.

Menurutnya jika tujuannya membeli emas untuk jangka pendek, maka saat ini bukanlah waktu yang tepat. Tapi jika berniat untuk investasi jangka panjang, maka bisa mulai mencicil membeli emas.

"Kalau untuk jangka pendek lebih baik wait and see. Tapi kalau untuk jangka panjang bisa saja ngumpulin emas sedikit demi sedikit. Jangka panjang itu 3 tahun ke atas lah," tuturnya saat dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Ariston mengatakan, meski saat ini terus menurun, harga emas masih memiliki potensi untuk kembali menguat. Sebab ada potensi munculnya gejolak ekonomi baru setelah pandemi.

"Karena krisis ekonomi selalu berulang. Pandemi ini kan banyak negara banyak berutang, pasti nanti ada yang meledak utangnya. Kemudian perang dagang AS dan China belum selesai, masih berlanjut terus di era Biden. Bisa saja itu mendorong kenaikan emas. Setiap kali ada gejolak bisa menaikkan emas," tuturnya.

Di mata investor emas memang merupakan aset aman. Ketika gejolak ekonomi terjadi sering kali investor melarikan uangnya ke emas. Itulah mengapa di masa pandemi lalu harga emas menguat drastis.

Sementara tren pelemahan harga emas saat ini disebabkan mulai pulihnya ekonomi dari pandemi, khususnya di Amerika Serikat.

Dia juga menjelaskan, emas merupakan komoditas yang dinilai dalam dolar AS. Sehingga ketika dolar AS menguat harga komoditas yang dinilai dalam mata uang itu ikut turun termasuk emas.

Namun Analis Logam Mulia Standard Chartered Suki Cooper menilai dalam jangka pendek ada peluang bagi emas untuk kembali meningkat. Hal itu disebabkan adanya kemungkinan inflasi yang lebih tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2