Di Luar Dugaan! Ekonomi Singapura Tumbuh 0,2% di Tengah Pandemi

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 09:25 WIB
Patung Merlion di Deli Serdang, Medan.
Foto: (citralandgamacityofficial/Instagram)
Jakarta -

Ekonomi Singapura tumbuh untuk pertama kalinya sejak COVID-19 melanda negara itu. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura ekonomi Singapura tumbuh sebesar 0,2% pada kuartal I-2021.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/4/2021) data itu juga menunjukkan kuartal-ke-kuartal, ekonomi Singapura tumbuh sebesar 2%, dibandingkan tahun lalu. Laporan itu menepis perkiraan Reuters bahwa ekonomi Singapura akan menyusut 0,2% pada kuartal I-2021.

Singapura menyebut pertumbuhan itu disebabkan oleh kuatnya pertumbuhan sektor manufaktur. Industri penghasil barang tumbuh 3,3% dari tahun lalu, dibantu oleh ekspansi 7,5% dalam output manufaktur.

Meskipun masih banyak sektor yang tercatat kontraksi. Seperti sektor konstruksi pertumbuhannya lebih lambat 20,2% dibandingkan kuartal sebelumnya 27,4%. Sementara, industri penghasil jasa mengalami kontraksi sebesar 1,2% secara year-on-year.

Ekonom Capital Economics, Alex Holmes berharap ekonomi Singapura harus terus pulih di kuartal mendatang. Tentu, kunci utamanya adalah melonggarkan pembatasan yang selama ini memperburuk keadaan sektor penerbangan, ritel, hingga perhotelan.

"Sektor ekspor akan tetap kuat, didukung oleh permintaan global yang tinggi untuk semikonduktor, peralatan manufaktur yang canggih dan komponen farmasi," katanya.

Tahun lalu, akibat pembatasan wilayah yang ketat untuk menekan penularan COVID-19, Singapura mengalami resesi terburuk. Ekonomi negara itu kontraksi sebesar 5,4%.

Dalam rilis terpisah, Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) mengatakan tetap mempertahankan kebijakannya. MAS mempertahankan rentang kebijakannya yang dikenal sebagai nilai tukar efektif nominal dolar Singapura pada tingkat apresiasi 0% per tahun.

MAS menambahkan inflasi inti diperkirakan akan naik secara bertahap sebesar 0% menjadi 1% tahun ini. Inflasi inti menghapus akomodasi dan transportasi pribadi.

Selain itu, MAS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura untuk 2021 kemungkinan akan melebihi perkiraan resmi 4% hingga 6%, kecuali adanya kemunduran pada ekonomi global.

Simak juga 'Murka Singapura Disebut Surga Koruptor Oleh KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)