Dukung Pemulihan Ekonomi di NTB, Tokoh Agama Ini Buka Usaha Mebel

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 09:39 WIB
Polda NTB
Foto: Polda NTB
Jakarta -

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pena Toi Aipda Hera Sandi terus berupaya untuk mendukung kegiatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Salah satunya melalui pendekatan persuasif dan komunikatif dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga melahirkan kesadaran untuk mendukung dan mensukseskan program Kampung Sehat Tahap II melalui peningkatan kapasitas produksi maupun pemasaran.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ustaz Gunawan. Warga Kelurahan Pena Toi Kecamatan Mpunda Kota Bima ini menekuni usaha permebelan di kediamannya Kelurahan Penatoi dengan beberapa orang karyawan. Gunawan mengatakan usaha mebelnya merupakan salah satu upaya untuk membuka lapangan kerja baru bagi para remaja, khususnya warga Kelurahan Pena Toi. Hal ini agar mereka bisa mengembangkan bakatnya dan mempunyai penghasilan.

"Usaha mebel yang saya buka ini sebagai lapangan kerja bagi para pemuda-Pemuda khususnya kelurahan Pena Toi, dan Hasil Produksinya akan di pasarkan dalam seputaran Bima, Dompu sampai Kabupaten Sumbawa," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, Gunawan menghimbau seluruh masyarakat utamanya para pemuda agar memiliki aktivitas demi mewujudkan perbaikan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Corona.

Di samping mengurusi usaha mebelnya, sehari-hari Gunawan juga aktif mendidik anak-anak tentang ilmu agama islam di Masjid Kelurahan Pena Toi. Sebagai seorang tokoh agama, dia pun mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan Penyerangan di Mabes Polri yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Saya mengutuk keras keras aksi bom diri yang di lakukan oleh terduga terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makssar beberapa waktu, dan penyerangan Mabes Polri oleh seorang perempuan," katanya.

Oleh karena itu, dia mendukung langkah Polri dalam menindak tegas dan memberantas pelaku terorisme hingga tuntas.

"Kami dukung keras segala penindakan Polri dalam pemberantasan kelompok-kelompok terorisme yang radikal sampai keakar - akarnya," tegasnya.

"Islam mengajarkan umatnya untuk hidup berdamai dan saling toleransi," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Pena Toi, Ibrahim alias Bram yang mengutuk aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh oknum terduga teroris di Gereja Katedral Makassar dan Penyerangan Mabes Polri. Bram juga mendukung segala upaya Polri dalam pemberantasan teroris maupun kelompok radikal sampai ke akar-akarnya.

"Kami dukung tindakan Polri dalam pemberantasan kelompok teroris maupun kelompok radikal di wilayah republik indonesia karena bertentangan dengan ajaran agama islam. NKRI harga mati," tutupnya.

Polda NTBFoto: Polda NTB


Simak Video "Kapolda dan Forkopimda NTB Pastikan Kepatuhan Larangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)