Neraca Dagang RI Jaya Lawan AS, tapi Keok dari Australia

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 12:55 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara di Maret 2021. Antara lain, Amerika Serikat (AS), Filipina, dan India.

Pada Maret 2021, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 1,57 miliar. Angka itu didapatkan karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Tercatat ekspor mencapai US$ 18,35 miliar dan nilai impor US$ 16,79 miliar.

"Pada Maret ini kita surplus dengan Amerika Serikat, dengan Filipina surplus, dan juga India," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Kamis (15/4/2021).

Berdasarkan data BPS, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut surplus dengan Amerika Serikat sebesar US$ 1,33 miliar, dengan Filipina sebesar US$ 592,1 juta, dan dengan India sebesar US$ 502,4 juta.

Namun begitu, Suhariyanto mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia juga tekor atau defisit dengan beberapa negara di Maret 2021. Sayangnya, untuk periode ini tekornya tidak lagi dengan China melainkan Australia, Korea Selatan, dan Thailand. "Sebaliknya, dengan Australia kita defisit, begitu juga dengan Korea Selatan, dan Thailand," ujarnya.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Australia tercatat defisit US$ 529,3 juta. Ini disebabkan nilai ekspor lebih kecil yaitu US$ 215,8 juta dibandingkan dengan impornya yang mencapai US$ 745,1 juta.

Begitu juga dengan Korea Selatan, neraca perdagangan Indonesia tekor atau defisit US$ 503,5 juta. Di sini, nilai ekspor Indonesia hanya US$ 546,8 juta dan impornya US$ 1,05 miliar.

Sementara dengan Thailand, neraca perdagangan Indonesia defisit US$ 281,1 juta. Hal ini dikarenakan nilai ekspornya hanya US$ 510,8 juta atau lebih kecil dibandingkan nilai impornya yang mencapai US$ 791,9 juta.

Tonton juga Video: Ada Corona, Mendag Sebut Neraca Dagang Surplus USD 13,5 Miliar

[Gambas:Video 20detik]



(hek/fdl)